SketsaNusantara.id - Keluhan masyarakat terkait dengan keindahan dan kenyamanan di Alun-Alun Jember akhirnya direspons oleh Pemerintah Kabupaten Jember.
Sejak diresmikan pada Januari lalu, Alun-Alun Jember terus dipadati oleh pengunjung yang takjub dengan perubahan wajah alun-alun. Baik warga lokal maupun warga luar kabupaten.
Sayangnya, lambat laun, kondisi alun-alun kian memprihatinkan. Salah satunya, lantaran maraknya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar alun-alun.
Bahkan, dagangan mereka kerap memakan jalan sehingga mengambil hak para pejalan kaki.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Satuan Polisi Pamong Praja akhirnya mengambil sikap, dengan menggelar operasi besar pembersihan PKL Alun-Alun Jember.
Kasatpol PP Jember Bambang Saputro menyatakan, pihaknya menggelar operasi besar pembersihan PKL Alun-Alun Jember selama dua malam berturut-turut. Mulai Senin hingga Selasa malam. Tepatnya, pada 22 – 23 April 2025.
Baca Juga: Daftarkan BPJS Ketenagakerjaan, Bupati Gus Fawait Jamin Keselamatan Guru PAUD di Jember
Pada malam pertama, pihaknya melakukan sosialisasi dengan menertibkan para PKL yang menggelar tikar di trotoar alun-alun.
"Kami mengimbau mereka pindah dan menempati tempat yang sudah disediakan," lanjutnya.
Sementara pada malam kedua, pria yang akrab disapa Bambang itu menyatakan bahwa terpantau tak ada lagi PKL yang menjajakan dagangannya di atas trotoar alun-alun.
“Kami berharap, ini bisa konsisten," tegasnya.
Dengan begitu, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan Alun-Alun Jember dapat terjaga. Pihaknya berharap, para PKL dapat berjualan secara disiplin dan menjaga keindahan alun-alun.