SketsaNusantara.id – Video monolog terbaru Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tengah jadi bahan perbincangan hangat, bukan karena apresiasi publik, melainkan gelombang kritik tajam yang datang bertubi-tubi.
Bukan sanjungan, justru angka dislike video tersebut mencuat drastis dan mengalahkan jumlah like, memicu spekulasi publik soal penerimaan konten tersebut.
Video berdurasi 6 menit 19 detik itu pertama kali diunggah pada Sabtu, 19 April 2025. Dalam tayangan tersebut, Gibran membahas tentang bonus demografi Indonesia, hingga menyebut film animasi “Jumbo” sebagai simbol keberhasilan generasi muda di bidang kreatif.
Namun yang terjadi, video itu justru memancing kontroversi.
Dislike Lebih Banyak dari Like, Fitur Disembunyikan?
Berdasarkan pantauan SketsaNusantara.id pada Senin, 21 April 2025 pukul 16.00 WIB, video tersebut tercatat mengantongi lebih dari 32 ribu dislike, sementara like hanya di angka 2.800.
Namun dua jam kemudian, jumlah dislike tiba-tiba menghilang dari tampilan publik. YouTube hanya menampilkan angka like sekitar 3 ribuan, tanpa ada informasi soal dislike.
Langkah menyembunyikan fitur dislike ini memunculkan dugaan bahwa pihak pengelola kanal YouTube tersebut sengaja menonaktifkan tampilan dislike untuk menghindari persepsi negatif yang terus berkembang di masyarakat.
Banjir Kritik di Kolom Komentar
Meski jumlah dislike tak lagi tampak, kolom komentar video tersebut tetap jadi ajang pelampiasan kritik.
Banyak warganet menyampaikan kekecewaannya terhadap narasi yang dibawakan Gibran, khususnya soal klaim dukungan terhadap industri animasi Indonesia.