SketsaNusantara.id- Dedi Mulyadi tegaskan larangan untuk mengadakan wisuda saat kelulusan SMA.
Hal ini menuai kontroversi sampai viral di media sosial curhatan para angkatan SMA khususnya tahun 2025.
Karena mereka sudah tak merayakan kelulusan SMA pada umumnya karena aturan Gubernur Jawa Barat tersebut.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan larangan ini tak hanya untuk murid-murid SMA.
"Wisuda TK, wisuda SD, wisuda SMP, wisuda SMA, hapus," tegasnya dalam video yang diunggah oleh Instagram @lambegosiip pada 21 April 2025.
Atas pernyataan tersebut, para murid SMA mengunggah kekecewaannya melalui video. Bahkan diduga ada yang sampai menangis.
Sekelompok siswi SMA ini mencurahkan isi hatinya dan di dalam video tersebut tampak salah satu dari mereka yang menitikkan air mata.
"Kecewa itu ketika sudah siapin semua untuk wisuda," tulisnya.
"Ngebayangin gimana cantiknya pakai kebaya dan make up, gagahnya pakai batik dan ngebayangin gimana excitednya momen kelulusan, seketika berubah karena aturan dilarangnya wisuda," jelas video tersebut.
Selain itu, ada video lain yang isinya curahan kekecewaan murid-murid SMA. Mereka kecewa karena merasa menjadi bahan percobaan dalam sistem pendidikan Indonesia.
Namun ketika mereka ingin merayakan euphoria perpisahan atau wisuda saat kelulusan SMA. Dedi Mulyadi malah menggelontorkan peraturan baru.