news

Sambut Hari Kartini, Ketua TP PKK Kabupaten Jember Ning Gytha Ajak Korps PMII Tingkatkan Peran Perempuan

Minggu, 20 April 2025 | 19:00 WIB
Ketua TP PKK Jember Ning Gytha dan Ketua Kopri PMII Jember saat diskusi. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)

 

SketsaNusantara.id - Koprs Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI PMII) Jember menggelar diskusi publik, menyambut Hari Kartini di salah satu hotel di Jember, Minggu, 20 April 2025.

Agenda tersebut mengundang Ketua TP PKK Ning Ghyta Eka Puspita, dan sejumlah kader-kader KORPS PMII Jember.

Ning Gytha dalam kesempatan mengatakan, menyambut hari Kartini ini semangatnya tidak pernah luntur dan bahkan kian meningkat serta bisa dirasakan hingga kini.

Baca Juga: Pemkab Jember Segera Cairkan Insentif Guru Ngaji hingga Beri Tambahan Uang Bulanan pada Penerima Beasiswa Pendidikan

“Hari kartini harus kita maknai buka hanya emansipasinya saja, tetapi di era saat ini memang banyak sekali tantangan. Namun, hal ini harus terus dihadapi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, jika peran perempuan saat ini bukan hanya dalam urusan domestik saja tetapi harus mampu menunjang perekonomian.

“Sehingga perempuan saat ini yang sudah berkeluarga bukan hanya urusan domestik, misalnya parenting, atau kegiatan lain. Tetapi saat ini perempuan menjadi corong baru peningkatan ekonomi,” imbuhnya.

Baca Juga: Kebut Aktivasi Bandara Notohadinegoro! Bupati Jember Gus Fawait: Angkasa Pura dan PTPN Sudah Temukan Kesepakatan

“Ya bisa saja ibu rumah tangga ini bekerja di rumah, mulai dari berdagang atau berjualan online sehingga tidak meninggalkan tanggungjawab sebagai ibu rumah tangga,” tuturnya.

Pihaknya juga mengingatkan, bahwa perempuan juga harus memiliki pendidikan yang tinggi dan hanya berhenti pada strata 1 atau SMA saja.

“Pentingnya pendidikan juga sangat besar karena akan bisa memberikan kontribusi yang lebih, dari berbagai sektor bukan hanya pendidikan tetapi juga sektor lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Siapkan Program Mlijo Cinta, Ketua TP PKK Jember: Sejahetarakan Perempuan Pekerja Rentan

“Saya juga dulu setelah sekolah lagi, sempat tidak bisa mengajar untuk jadi dosen. Tetapi akhirnya saya tetap mengajar di pondok pesantren,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini