SketsaNusantara.id- Viral di platform media sosial instangram mengenai perempuan di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember merekayasa kejadian pembegalan.
Hal itu pun kemudian menjadi konsumsi publik dan membuat warga sekitar menjadi resah atas unggahannya di media sosial.
Diketahui, pelaku yang melakukan rekayasa berjumlah 3 orang perempuan. Yakni, DFN (31), SN (23) dan IA (31).
Baca Juga: Hari Kedua Libur Panjang, KAI Daop 9 Jember Catat Ribuan Penumpang Libur Panjang
Ketiganya merupakan warga kecamatan Bangsalsari, namun berbeda desa.
Berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id, video rekayasa pelaku mengaku menjadi korban pembegalan dibuat pada hari Rabu 16 April 2025, tepatnya pada 18:30 WIB di ruang IGD Puskesmas Sukorejo, Bangsalsari, Jember.
Video tersebut kemudian di unggah ke akun MBK LIE Jember di Facebook Grup Info Warga Jember yang berisi video korban pembegalan di wilayah hukum Polsek Bangsalsari.
Setelah diselidiki oleh pihak kepolisian, ternyata video tersebut hanyalah rekayasa.
Tampak dalam postingan akun instangram ‘platpemedia’ itu, 3 wanita yang menjadi pelaku rekayasa memberikan video klarifikasi di Polsek Bangsalsari.
Pada penjelasannya, motor yang direkayasa hilang karena dibegal, ternyata dijual kepada orang lain. Motor tersebut adalah milik orang tua DFN, dan dijual tanpa seijin orang tuanya.
Permasalahan ini pun diselesaikan secara kekeluargaan dan didampingi oleh pihak kepolisian.
Menanggapi hal tersebut, Kanit Reskrim Polsek Bangsalsari, Aipda Beny Wicaksono, membenarkan adanya insiden tersebut.