SketsaNusantara.id - Indonesia merupakan salah satu negara yang meyoritas penduduknya pemeluk Islam.
Walaupun ada 6 keyakinan yang diakui di tanah air, Islam menjadi agama terbesar didalamnya.
Masyarakat Indonesia wajib menjunjung tinggi sikap toleransi antar umat beragama, seperti yang termuat dalam Pancasila.
Namun, huru-hara masih saja terjadi tentang pandangan agama hingga keyakinan yang dianut masing-masing masyarakat.
Hal ini sering kali dihubungkan dengan maraknya aksus korupsi di negara Indonesia.
Dipandang sebagai negara yang agamis, Indonesia justru masih belum bisa selesaikan banyaknya kasus korupsi.
Di era pemerintahan Prabowo Subianto, kasus korupsi besar-besaran mulai terbuka lebar.
Kasus yang disebut-sebut jadi membudaya di tanah air ini pun disorot dan dikritisi oleh mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj.
Ia membahas tentang bagaimana maraknya kasus korupsi di Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain.
Pandangan Said Aqil Siroj menilai kalau Indonesia masyarakatnya berkeyakinan, tidak seperti negara yang atheis.
Namun, mengapa masih berani melakukan dosa besar seperti korupsi yang tak hanya merugikan satu pihak tapi seluruh warga negara merasakan dampaknya.