SketsaNusantara.id - Polemik mengenai keaslian ijazah mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) kembali ramai jadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Di saat banyak pihak mempertanyakan transparansi latar pendidikan Presiden ke-7 RI itu, perhatian netizen justru ikut tertuju pada sosok proklamator Mohammad Hatta.
Berbeda jauh dengan Jokowi, ijazah Bung Hatta justru dipajang secara terbuka di Erasmus University Rotterdam, Belanda.
Baca Juga: Apa Itu Font Times New Roman? Huruf yang Mencuatkan Kembali Keyakinan Bahwa Ijazah Jokowi Palsu
Tak hanya itu, nama Wakil Presiden pertama Indonesia tersebut bahkan diabadikan sebagai nama salah satu gedung kampus, yaitu Hatta Building.
Kontras yang mencolok ini pun memantik diskusi hangat soal keterbukaan data pendidikan para pemimpin bangsa.
Belakangan ini, isu ijazah Jokowi mencuat kembali usai mantan Menpora Roy Suryo menyoroti dugaan kejanggalan dalam dokumen akademik Jokowi yang dikeluarkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).
Massa yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama bahkan sempat mendatangi kampus UGM untuk menuntut klarifikasi. Tak hanya itu, sejumlah orang mendatangi rumah Jokowi untuk mempertanyakan keaslian ijazahnya.
Baca Juga: Misteri Kacamata di Ijazah Jokowi: Roy Suryo Bilang Itu Palsu, Joko Widodo Jawab Santai
Jokowi lantas menemui perwakilan massa dan menunjukkan ijazah aslinya kepada wartawan yang mendatangi rumahnya di Solo, namun dengan syarat tidak boleh difoto. Sikapnya ini justru memicu kecurigaan publik.
Di sisi lain, Bung Hatta justru dikenang dengan penuh hormat oleh almamaternya di luar negeri. Bahkan, ijazahnya dipajang di salah satu kampus terbaik di Belanda.
Salah satu konten kreator, Ajeng Kamaratih membahas soal ijazah Bung Hatta ini yang mencuri perhatian publik.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @ajengkamaratih_, Ajeng memperlihatkan lokasi tempat ijazah Bung Hatta dipajang di Hatta Building yang berada di kampus Woudestein, Erasmus University Rotterdam, Belanda.
Gedung tersebut bukan hanya menjadi tempat kegiatan mahasiswa internasional, tetapi juga menyimpan kenangan tentang Bung Hatta.