SketsaNusantara.id - Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Bondowoso terus gerak cepat melaksanakan instruksi Dinas Pendidikan Jawa Timur (Disdik Jatim). Instruksi itu melarang tegas penahanan ijazah di seluruh SMA/SMK/PK-PLK negeri se-Jatim.
Instruksi ini diharapkan selesai dengan target terakhir hingga akhir April 2025, tidak ada lagi ijazah yang tertahan di sekolah.
“Semuanya harus gerak cepat dan pro aktif. Pastikan sebelum akhir Apriil zero ijazah di sekolah,” ujar Kacabdindik Bondowoso Slamet Riyadi.
Baca Juga: Jelang SPMB 2025, SMKN 2 Bondowoso Gelar Expo P5 Undang Perwakilan Siswa dan Guru SMP se Kabupaten
Lebih lanjut, Slamet mengajak para kepala sekolah untuk proaktif mengantarkan ijazah langsung ke rumah siswa. Terutama bagi alumni yang sudah bekerja atau pindah alamat. Ia menegaskan, proses pengambilan atau pengiriman ijazah ini tidak dipungut biaya tambahan.
Seperti diketahui, Kacabdindik Bondowoso hari ini, Rabu 16 April 2025 mengumpulkan kepala SMA/SMK/PK-PLK negeri Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan lanjutan beberapa hari lalu.
Acara yang berlangsung di Aula SMKN 4 Bondowoso itu bertepatan setelah pelepasan kontingen Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Tingkat Jawa Timur.
Untuk memastikan instruksi ini dijalankan, Cabdindik Jatim telah meminta semua kepala SMA/SMK/PK-PLK negeri untuk melakukan pemantauan dan menekankan larangan pungutan biaya apapun terkait pengambilan ijazah.
“Bapak-ibu kepala sekolah semuanya sudah membuat surat pernyataan. Bahwasannya tidak akan ada lagi ijazah yang ada di sekolah angkatan berapapun,” ujar Slamet seraya didampingi semua kepala sekolah.
Berdasarkan informasi yang diterima SketsaNusantara.id, di sejumlah SMK/SMA/PK-PLK negeri di Bondowoso dan Situbondo, instruksi tersebut sudah dijalankan.
Diketahui, sejumlah sekolah telah membuka layanan pengambilan ijazah. Beberapa bahkan melakukan jemput bola dengan mengantarkan ijazah langsung ke rumah siswa.
Salah satunya adalah SMKN 1 Maesan. Kepala Sekolah SMKN 1 Maesan Siti Ani Maya mengatakan, pihaknya sudah mendistribusikan semua ijazah ke para alumni. Bahkan, tambahnya menegaskan, hal itu sudah dilakukan sejak tahun lalu sebelum adanya instruksi.
“Ijazah itu hak peserta didik. SMKN 1 Maesan selalu langsung memberikannya kepada peserta didik. Alhamduliah benar-benar zero ijazah,” pungkas Maya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI