SketsaNusantara.id – Para pemimpin Kabupaten Jember sebelum Bupati Jember Muhammad Fawait menjabat selalu meninggalkan jejak infrastruktur, yang tak sedikit memakan APBD pada zamannya.
Misalnya, asrama haji yang hingga kini masih sekadar pondasi semata, bangunan empat lantai RSD dr Soebandi, hingga pabrik pupuk organik yang sempat diresmikan dan beroperasi.
Lantas, bagaimana nasib sejumlah impian masa lalu itu di tangan Gus Fawait?
"Kita tak mau apa-apa bergantung politik," tegas Gus Fawait saat dikonfirmasi, Senin 14 April 2025.
Jadi, masyarakatlah yang menjadi alasan suatu proyek itu dilanjutkan atau tidak.
"Jika masyarakat membutuhkan, maka akan dilanjutkan, jika tidak maka akan kami carikan solusi," ujarnya.
Misalnya, terkait dengan operasional pabrik pupuk organik yang hingga kini masih belum maksimal.
"Kalau masyarakat butuh pupuk organik, akan kami lanjutkan. Jika tidak, dan bisa disuplai cukup oleh kelompok tani, maka akan kami usahakan," imbuhnya.
Tak hanya pabrik pupuk, Gus Fawait menegaskan bahwa berbagai proyek masa lalu juga bakal diatur ulang.
"Jika melawan hukum dan tak sesuai aturan maka kami hentikan," terangnya.
Tak hanya itu, keberlanjutan setiap proyek juga bakal dilihat secara hukum. "Jika bertentangan dengan hukum, akan kami alihkan," ucapnya.
Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Imbau Masyarakat Maksimalkan Saluran Wadul Gus'e
Contohnya, penganggaran mobil dinas senilai 10 M.
"Itu tidak perlu, maka kami alihkan untuk pembangunan jalan rusak hingga biaya pengobatan gratis masyarakat Jember," tandasnya.***