news

Harga Gabah Turun, Komisi B DPRD Jember Telusuri Permasalahannya Ternyata…

Sabtu, 12 April 2025 | 11:24 WIB
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto saat pimpin RDP. (Dok. SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Presiden Prabowo Subianto meminta serapan gabah petani dengan harga yang menguntungkan mereka.

Harga serap gabah yang ditentukan oleh pemerintah yakni, Rp6500 per kilogram. Namun fakta di lapangan harga beli gabah petani Rp5000 per kilogram.

Melihat hal tersebut Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto mengungkapkan, informasi dari masyarakat dan petani terkait harga gabah yang anjlok.

Baca Juga: Usulan Perubahan Perda SOTK, Ketua Bapemperda DPRD Jember Hanan Kukuh: Ada 5 OPD yang Dilebur

“Kami mendapatkan laporan bahwa harga serap gabah kita di tingkat petani hanya Rp5000 bahkan ada yang di bawah harga tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu 12 April 2025.

Candra mengatakan, di masa panen raya pertama ini di 39.000 hektar lahan memghasilkan sekitar 59.000 ton gabah.

Tetapi, kondisi harga jual gabah tersebut tidak sesuai perintah dari pemerintah pusat yang sudah ditentukam HET nya Rp6500.

Baca Juga: Banyak Jalan Berlubang di Jember, DPRD Jember Sebut Anggaran Perawatan Bisa Bertambah Hingga Rp17 Miliar

“Sekarang ini kondisinya, banyak yang harga jual gabahnya Rp4000-Rp5000 perkilo, ini jauh dari harga yang ditentukan,” pungkasnya.

Melihat kondisi di lapanga tersebut, politisi PDI Perjuangan ini meminta kepada Bulog untuk bisa terus melakukan serapan gabah milik petani.

“Ini harus Bulog turun tangan untuk melakukan sesuai Inpres no 6 tahun 2025 tentang pengadaan dan pengelolaan gabah. Yang memang bertujuan untuk swasembada pangan,” imbuhnya.

Baca Juga: Demo di Jember Hari Ini, Seruan Aksi Tolak UU TNI Viral di Media Sosial, Berikut 8 Tuntutan Demonstran kepada Pemerintah dan DPRD Jember

Candra menjelaskan, saat ini banyak mitra Bulog yakni penggilingan gabah yang belum optimal, karena terkendala dryer atau pengering yang terbatas.

“Nah, ini problem juga karena pengering gabah di Jember ini terbatas sehingga berdampak pada jumlah produksinya dan berimplikasi pada harga,” ucapnya.

Halaman:

Tags

Terkini