SketsaNusantara.id – Siapa sangka dari sebuah kota industri di Jawa Timur, hadir aroma yang kini mewangi hingga ke Amerika Serikat dan Korea Selatan?
PT Andara Cantika Indonesia, pelaku UMKM asal Sidoarjo, sukses memikat pasar ekspor berkat dukungan penuh dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui program pemberdayaan UMKM.
Didirikan oleh Fanny Lia Sutanto pada 2022, Andara Cantika Indonesia berawal dari mimpi besar dan kecintaan terhadap dunia parfum.
Fanny yang menimba ilmu di Grasse Institute of Perfumery, Prancis, dan memperdalam estetika kosmetik di CIDESCO Swiss, membawa pulang pengetahuan yang kemudian diwujudkan dalam bentuk produk parfum dan skincare alami berkelas internasional.
Lewat partisipasinya di BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Andara Cantika mencuri perhatian pasar global.
Pameran yang berlangsung di ICE BSD pada awal Februari lalu bukan hanya menarik lebih dari 69 ribu pengunjung, tetapi juga mencatatkan nilai transaksi fantastis—Rp40 miliar dan kontrak ekspor senilai USD 90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.
“Keikutsertaan kami dalam EXPO(RT) benar-benar jadi titik balik. Dari hanya bermimpi bisa go international, kini kami sudah mengekspor ke AS dan Korea Selatan, dan dalam waktu dekat, Nigeria akan jadi pasar baru kami,” ungkap Fanny dengan antusias.
Tak hanya bermain di lini parfum, Andara Cantika kini menjajaki bisnis skincare. Salah satu produk andalannya adalah serum Le Louvre, diikuti dengan peluncuran skincare berbasis sarang walet yang dikembangkan selama enam bulan bersama tiga apoteker.
Produk inovatif ini memadukan bahan premium seperti DNA salmon, niacinamide, hingga chamomile dan ginseng—menawarkan perpaduan tradisional dan modern dalam satu botol.
Dengan omzet bulanan mencapai Rp300 juta dan penjualan lokal 37 ribu unit, Andara Cantika membuktikan bahwa kualitas dan inovasi mampu mengantarkan UMKM ke pentas dunia.
“BRI berkomitmen menjadi mitra strategis bagi UMKM dalam menembus pasar internasional,” ujar Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi. “Kami ingin menjadi jembatan yang menghubungkan potensi lokal dengan peluang global.”