Lebih lanjut, narasi konflik antara Bupati dan Wakil Bupati yang disajikan secara dramatik dalam tulisan tersebut, tanpa upaya untuk menampilkan konteks yang seimbang, menimbulkan kesan seolah-olah penulis ikut serta dalam mengaduk-aduk suasana politik lokal yang tengah memanas.
Dalam kapasitasnya sebagai tokoh media yang dihormati, publik tentu berharap Dahlan Iskan dapat menjadi suara yang meneduhkan, bukan malah meniupkan genderang perpecahan.
Sebagai masyarakat Jember, kami menghormati kebebasan pers dan narasi yang kritis. Namun, kami juga percaya bahwa akurasi informasi adalah tanggung jawab moral setiap insan pers.
Dalam hal ini, koreksi terbuka dan klarifikasi yang adil adalah bentuk integritas yang patut ditunjukkan oleh siapa pun yang masih menjunjung tinggi etika jurnalistik.***
*Penulis adalah Pemerhati isu sosial-politik
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!