news

Gelar Aksi Damai Tolak UU TNI, Sekelompok Masyarakat Sipil Piknik di Gedung DPR

Selasa, 8 April 2025 | 16:25 WIB
Masyarakat sipil kompak piknik di halaman Gedung DPR sebagai bentuk aksi damai tolak UU TNI (X @BarengWarga)

SketsaNusantara.id - Hari ini, 8 April 2025, beberapa masyarakat sipil kembali mendirikan tenda di depan Gerbang Pancasila DPR, Jakarta Pusat.

Aksi damai warga 'piknik' di halaman Gedung DPR ini dimulai sejak Senin, 7 April 2025 kemarin.

Dilansir dari laman x @BarengWarga, aksi ini merupakan bentuk kekecewaan warga atas pengesahan UU TNI yang tergesa-gesa dan tidak melibatkan partisipasi masyarakat.

Baca Juga: Jombang Menggugat Tuntut DPRD Cabut UU TNI Dan Kembalikan TNI Ke Barak

Berebda dengan aksi-aksi demo sebelumnya yang memliki maksud yang sama.

Dalam piknik di Gedung DPR kali ini, tak ada orasi atau semacamnya layaknya demo sebelum-sebelumnya.

Warga yang berkumpul justru melakukan kegiatan-kegiatan menarik, seperti menggelar lapak baca buku, mengobrol santai, belajar meronce, hingga memoles kuku atau yang biasa dikenal dengan nail art.

Baca Juga: Disorot Aktivis Kolombia, Insiden Kekerasan atas Tim Medis pada Demo Penolakan UU TNI Bakal Dibawa ke PBB?

Melalui cuitan akun tersebut, terlihat 3 tenda berdiri di halaman Gedung DPR lengkap dengan karpet yang dijadikan warga sebagai alas duduk berkegiatan bersama.

Menjelang malam hari kemarin, aksi warga berpiknik di depan Gerbang Pancasila DPR ini mulai didatangi aparat. Mereka diminta untuk bubar pada pukul 18.00 kemarin.

"Kami diminta untuk membubarkan diri di jam 6. Tapi kami disini akan terus bertahan meskipun kami sudah diminta untuk membubarkan diri," tulisnya.

Baca Juga: Demo Ricuh Tolak UU TNI di Kediri! Massa Dikejar hingga Masuk Toko, Kekerasan Aparat Jadi Sorotan

Aksi piknik warga ini dilanjutkan hingga hari ini masih dengan kegiatan yang sama, yaitu aksi damai.

"Kembali mengajak semua warga Indonesia yang bisa hadir, mampir sejenak (lama juga boleh) untuk ikut melantai bersama kami di depan Gedung DPR untuk menjaga dan memastikan militer tidak mendompleng supremasi sipil,"

Halaman:

Tags

Terkini