news

Lebaran 2025 Main di Pantai? Hati-Hati, Wisatawan di Parangtritis Hanyut akibat Rip Current, Yuk Kenali Bahaya dan Tanda-tandanya

Minggu, 6 April 2025 | 16:00 WIB
Gambar rip current di pantai sebagai arus berbahaya (Laman ugm.ac.id)

SketsaNusantara.id – Lebaran rasanya tak afdol jika tidak diisi dengan bermain ke pantai bersama keluarga dan sahabat. Namun, tak jarang kegiatan ini bisa berujung petaka jika kita tidak berhati-hati.

Hal itulah yang terjadi pada tiga orang pengunjung yang sedang menikmati Pantai Parangtritis pada Lebaran 2025 ini.

Ketiga wisatawan tersebut, menurut petugas, terseret arus rip current. Mereka adalah AA (19), AJ (22), dan AJP (18) yang merupakan warga Sorong dan Semarang.

Baca Juga: Sisa Biskuit Lebaran Remuk dan Terlihat Tak Bisa Dimakan Bunda Bisa Bikin Kue Cantik Ini, Dijamin Bocil-Bocil akan Berebutan

AA dan AJ berhasil diselamatkan, sementara AJP masih dalam pencarian oleh tim SAR setempat.

Lalu, apa sebenarnya rip current itu? Dan bagaimana cara mengenali bahaya rip current saat berada di pantai?

Rip current, dirangkum dari laman ugm.ac.id, adalah arus pecah atau arus laut yang kuat dan berbahaya yang mengalir menjauhi pantai. Arus ini dapat menyeret perenang ke tengah laut dengan sangat cepat.

Baca Juga: Anti Buang-Buang! Manfaatkan Sisa Bumbu Rendang dan Opor Sisa Lebaran Kamu Menjadi Nasi Goreng Maknyus

Rip current terbentuk ketika gelombang laut menghantam garis pantai, terutama di daerah yang memiliki cekungan atau palung di dasar laut. Air yang terkumpul di pantai kemudian mencari jalan kembali ke laut, membentuk arus yang kuat dan sempit.

Karena itulah, rip current bisa menyeret perenang ke tengah laut dengan kecepatan tinggi, bahkan dapat mencapai 2 meter per detik.

Mengingat betapa berbahayanya arus ini, berikut beberapa tips untuk mengenali tanda-tanda keberadaan rip current:

Baca Juga: Adakah Libur Lagi Setelah Lebaran? Cek Kalender April 2025 Lengkap Hari Libur dan Cuti Bersama hingga Hari Nasional

Tanda yang paling mudah dikenali adalah tidak adanya buih setelah ombak pecah. Jika ombak tidak pecah dan permukaan air terlihat tenang, justru di situlah biasanya terdapat arus balik yang sangat berbahaya, yaitu rip current.

Ketiadaan buih atau riak bukan berarti air aman—justru bisa menjadi pertanda adanya arus kuat yang mengalir menjauh dari pantai.

Halaman:

Tags

Terkini