Ternyata hikmah yang paling besar adalah bahwa Tuhan mempercayakan agama Islam kepada orang Arab, agar segera cepat menyebar. Bangsa Arab dikenal hidup nomaden alias gemar berpindah tempat.
Alhasil, mereka tidak ada alasan berat untuk meninggalkan tanah lahirnya.
Itulah kenapa agama Islam menyebar begitu cepat dan meluas dari Cina, Asia Tengah, Afrika, bahkan Eropa (Spanyol).
"Maka coba pikir, agama mana yang tersebar, baru 40 tahun sudah mencapai ke perbatasan Cina bahkan masuk ke Cina, Asia Tengah," lanjut Kyai Said.
Di satu sisi, bangsa Arab memang yang berhasil menyebarkan Islam secara cepat karena karakteristik mereka yang nomaden.
Namun di sisi lain, bukan orang Arab yang berhasil membangun peradaban Islam.
Justru yang berhasil membangun peradaban Islam ialah orang-orang Ajam atau non-Arab, terutama bangsa Persia.
"Nah, akan tetapi mukjizat Islam, mukjizat Al Quran terutama, setelah diikuti oleh orang-orang non Arab, terutama bangsa Persia yang sudah berperadaban ribuan tahun, maka bahasa Persia diperlakukan kelas dua. Mereka merebut posisi keilmuan peradaban, yang membangun peradaban dalam Islam adalah orang Persia, bukan orang Arab," ujar Kyai Said.
Bangsa Persia pula yang menyempurnakan tulisan Arab sehingga menjadi lebih mudah dibaca.
"Bayangkan, yang menggagas, menyempurnakan tulisan Arab supaya sempurna, dulu tidak ada titiknya, adalah orang Persia. Namanya Khalil bin Ahmad Al Farahidi, tahun 175, orang Afghanistan kalau sekarang," pungkas Kyai Said.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!