news

Warga Muslim di Suger Kidul Jember Gelar Sholat Idul Fitri Lebih Awal

Minggu, 30 Maret 2025 | 12:18 WIB
Warga Suger Kidul saat melakukan Sholat Idul Fitri. (SketsaNusantara.id/Gito Pamuji)

SketsaNusantara.id - Warga Muslim di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, melaksanakan shalat Id lebih awal dibandingkan jadwal yang ditetapkan pemerintah.

Pasalnya, mereka juga memulai puasa Ramadhan lebih dulu.

Penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri di desa ini merujuk pada kitab Nuzhatu Al Majaalis Wa Muntakhobu Al Nafaais, yang telah digunakan secara turun-temurun oleh para kiai dan pengasuh pondok pesantren setempat.

idul fiBaca Juga: Kumpulan 10 Link GIF Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijiriah Sebuah Animasi Keren dan Lucu untuk Dibagikan di WhatsApp

Salah satu pengurus Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Irwanto, menyebutkan bahwa ada dua masjid di desa tersebut yang menggelar Salat Id lebih awal.

“Biasanya yang melaksanakan lebih awal itu masjid ponpes sini sama ponpes Mahfilud Duror,” ujarnya, Minggu, 30 Maret 2025.

Ia menambahkan bahwa tradisi ini sudah berlangsung lama. Setiap tahun, warga Suger Kidul selalu merayakan Idul Fitri lebih dulu dibandingkan dengan ketetapan pemerintah.

Baca Juga: 10 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H dengan Bahasa Jawa Kromo Inggil, Halusnya Mengalahkan Sutra

“Setiap tahun hari rayanya memang lebih awal daripada pemerintah. Puasanya lebih awal juga,” katanya.

Irwanto menjelaskan bahwa jemaah yang mengikuti Salat Id di dua pondok pesantren tersebut tidak hanya berasal dari Jember, tetapi juga dari daerah lain, seperti Bondowoso.

“Biasanya yang mengikuti itu dari warga Jember sendiri. Selain itu banyak juga dari Bondowoso,” paparnya.

Baca Juga: 10 Lokasi Nyaman untuk Sholat Ied Idul Fitri di Sleman Yogyakarta pada 31 Maret 2025

Sementara itu, pengasuh Ponpes Mahfilud Duror, KH Ali, secara terpisah menjelaskan bahwa metode yang digunakan dalam menentukan awal Ramadan merujuk pada kitab karya Syekh Abdurrahman Al Shufury Al Syafi'i.

Dalam kitab tersebut, terdapat uraian mengenai tata cara perhitungan awal Ramadan, yakni dengan menghitung lima hari dari hari pertama bulan Ramadan tahun sebelumnya.

Halaman:

Tags

Terkini