Kamis, 4 Juni 2026

Warga Muslim di Suger Kidul Jember Gelar Sholat Idul Fitri Lebih Awal

Photo Author
Tim Redaksi Sketsa Nusantara, Sketsa Nusantara
- Minggu, 30 Maret 2025 | 12:18 WIB
Warga Suger Kidul saat melakukan Sholat Idul Fitri. (SketsaNusantara.id/Gito Pamuji)
Warga Suger Kidul saat melakukan Sholat Idul Fitri. (SketsaNusantara.id/Gito Pamuji)

"Bahwa prinsipnya lima hari dari awal Ramadan tahun sebelumnya, menjadi awal bulan Ramadhan tahun berikutnya," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Lora Ali ini menegaskan bahwa metode tersebut bukan suatu keharusan bagi masyarakat. Ia hanya menyampaikan hasil perhitungannya kepada santri, alumni, dan warga sekitar pondok.

“Tidak ada paksaan untuk mengikuti hasil ijtihad kami. Masyarakat bebas memilih, apa ikut pemerintah, atau ikut metode kami,” jelasnya.

Menurutnya, metode ini telah diterapkan selama bertahun-tahun tanpa kendala. Ia menilai bahwa perbedaan pendapat ulama mengenai penentuan awal Ramadhan dan sholat Id adalah bagian dari keberkahan.

“Metode ini sudah bertahun-tahun diterapkan dan diamalkan dan tidak ada kendala dan masalah. Justru perbedaan pendapat ulama dalam persoalan seperti ini membawa rahmat,” tandasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X