"Bahwa prinsipnya lima hari dari awal Ramadan tahun sebelumnya, menjadi awal bulan Ramadhan tahun berikutnya," ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Lora Ali ini menegaskan bahwa metode tersebut bukan suatu keharusan bagi masyarakat. Ia hanya menyampaikan hasil perhitungannya kepada santri, alumni, dan warga sekitar pondok.
“Tidak ada paksaan untuk mengikuti hasil ijtihad kami. Masyarakat bebas memilih, apa ikut pemerintah, atau ikut metode kami,” jelasnya.
Menurutnya, metode ini telah diterapkan selama bertahun-tahun tanpa kendala. Ia menilai bahwa perbedaan pendapat ulama mengenai penentuan awal Ramadhan dan sholat Id adalah bagian dari keberkahan.
“Metode ini sudah bertahun-tahun diterapkan dan diamalkan dan tidak ada kendala dan masalah. Justru perbedaan pendapat ulama dalam persoalan seperti ini membawa rahmat,” tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Selangkah Lagi Menuju Idul Fitri 2025, Cek 6 Syarat Sholat Ied Biar Gak Salah Lagi! Siapkan Hari Kemenangan dengan Full Senyum
5 Amalan Sunnah Sebelum Mendirikan Sholat Ied! Idul Fitri 2025 Semakin di Depan Mata, Lakukan Ini Agar Momen Semakin Bermakna
Terkenal Seru di Pulau Jawa, Intip 4 Tradisi Saat Momen Idul Fitri Punya Filosofi yang Mendalam, Ada Daerahmu di Sini?
Breaking News! Hasil Sidang Isbat: Idul Fitri 2025 Jatuh Pada Tanggal 31 Maret, Berikut Hasil Pantauan Hilal di Sejumlah Daerah
Kapan Lebaran 2025? Kirim Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Ini pada 31 Maret, Rayakan Hari Kemenangan dengan Berbagi Kebahagiaan