news

Disorot Aktivis Kolombia, Insiden Kekerasan atas Tim Medis pada Demo Penolakan UU TNI Bakal Dibawa ke PBB?

Sabtu, 29 Maret 2025 | 15:27 WIB
Aktivis Kolombia sekaligus pelapor khusus PBB soroti insiden kekerasan terhadap medis selama demo uu TNI (X/@fullmoonfolks)

 

SketsaNusantara.id - Aktivis Internasional asal Kolombia, Gina Romero akhirnya menyoroti kasus dugaan intimidasi dan tindak kekerasan terhadap tim medis selama aksi demo penolakan UU TNI di Indonesia.

Melalui akun X miliknya @ginitastas, Gina Romero mengaku telah menerima sejumlah laporan tentang dugaan pembatasan kebebasan berkumpul di berbagai negara, salah satunya Indonesia.

“Saya telah menerima informasi yang mengganggu tentang dugaan pembatasan kebebasan berkumpul di berbagai neegara termasuk Serbia, Georgia, Turki, Indonesia,” cuitnya seperti dikutip SketsaNusantara.id.

Baca Juga: Pemukulan Tim Medis saat Demo UU TNI Langgar Konvesi Jenewa 1949, Apa Itu? Simak 4 Poin Perjanjian yang Jadi Hukum Perang Internasional

Sebelumnya, muncul seruan untuk melaporkan aksi kekerasan dan intimidasi yang dialami tim medis selama demo penolakan UU TNI kepada aktivis maupun publik figur internasional.

Salah satu akun yang turut menyerukan aksi tersebut yakni @txtfromIR.

Awalnya, ajakan untuk menyebarkan berita tindak kekerasn terhadap tim medis ini ditujukan kepada Mary Lawlor, akademisi, pengacara dan pelapor khusus PBB untuk kasus Hak Asasi Manusia.

Baca Juga: Tim Medis hingga Massa Aksi Demo Tolak UU TNI Jadi Korban Intimidasi dan Kekerasan Aparat, Netizen Minta Tolong Pelapor Khusus HAM PBB

Akun tersebut mencoba menarik perhatian dunia atas insiden yang terjadi saat itu.

“Ini pelanggaran serius. Twit kejadian di bawah ini dan aksi refresif aparat pada demo hari ini dalam Bahasa Inggris lalu tag @marylawlorhrds sertakan hastag #CabutUUTNI #TolakRUUPolri. Beliau ini pelapor khusus HAM di PBB. Kita coba desak beliau,” cuit akun tersebut pada Kamis, 27 Maret 2025 lalu.

Namun berdasarkan anjuran dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), aksi tersebut ditujukan kepada Gina Romero yang juga merupakan pelapor khusus PBB bidang Kebebasan Berserikat dan Berkumpul.

Baca Juga: Aparat Serang Tenaga Medis saat Demo Penolakan UU TNI, Fedi Nuril Sentil Menteri HAM hingga Eks Aktivis 1998

2 Hari setelahnya, tepatnya pada Sabtu 29 Maret 2025 Gina Romero akhirnya menanggapi ratusan twit yang menyebutnya.

Halaman:

Tags

Terkini