SketsaNusantara.id - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, Dinas Perhubungan Kabupaten Jember memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 28-29 Maret 2025.
Puncak arus mudik lebaran ini juga bertepatan dengan libur nasional Nyepi, sehingga dipastikan masyarakat yang bermigrasi lebih banyak.
Kepala Dinas Perhubungan Jember Agus Wijaya mengatakan, arus mudik terhitung 16 hari sebelum dan sesudah lebaran.
“Mulai dari 24 Maret-7 April 2025, merupakan masa mudik lebaran,” imbuhnya.
Dari 16 hari masa mudik lebaran, pihaknya memprediksi kenaikkan mencapai 65 persen bagi pengguna kendaraan roda 2 dan roda 4.
“Hal ini karena bertepatan dengan libur panjang, sehingga pasti orang-orang mudik dan sekalian berlibur,” ungkapnya.
Kendati ada peningkatan arus mudik, Agus berharap agar masyarakat pengguna kendaraan pribadi bisa beristirahat di pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di 8 titik di Jember.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Instansi lainnya, untuk memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman,” tegasnya.
Agus mengungkapkan, jika selama masa mudik lebaran pihaknya menerjunkan sebanyak 40 personel yang akan bekerja secara bergantian di beberapa titik yang sudah ditentukan.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Bupati Jember Muhammad Fawait juga telah menyiapkan 5 kendaraan bus angkutan mudik gratis bagi warga Jember.
“Tahun lalu Pemkab Jember menyiapkan 4 bud gratis, kini kita sediakan 5 bus untuk membantu masyarakat yang hendak mudik,” sambungnya.