SketsaNusantara.id - Menjelang Idul Fitri, stok beras di Gudang Bulog Jember mencapai 27 ribu ton dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Perum Bulog Jember Muhammad Ade Saputra, saat dikonfirmasi, Rabu 26 Maret 2025.
Dari total 27 ribu ton beras yang tersimpan di Gudang Bulog, Ade menyampaikan jika beras tersebut berasal dari import dan serapan petani.
"Untuk yang import sebanyak 18 ribu ton, sementara untuk hasil serapan dari petani lokal kita sebanyak 9 ribu ton," ujarnya.
Ade menyampaikan, jika beras import yang masih tersimpan cukup banyak di Bulog dikarenakan adanya keterlambatan pengiriman sebelumnya.
"Jadi kami terima itu sangat terlambat sekali, di akhir tahun 2024 lalu yang seharusnya lebih cepat," imbuhnya.
Dengan banyaknya beras import yang masuk ke Jember ini, pihaknya menjelaskan karena pada tahun 2024 lalu banyak sekali faktor alam yang menganggu proses tanam dan panen.
"Banyak sekali mulai paceklik, ada El-Nino, kemudian beberapa faktor lainnya yang menyebabkan gagal panen," sambungnya.
"Sehingga dengan adanya hal tersebut, maka dilakukan penutupan kebutuhan beras melalui import," terangnya.
Baca Juga: Selamat! Bupati Jember Gus Fawait Kembali Terpilih Jadi Ketua Tidar Jawa Timur Periode Kedua
Ade menerangkan, pada tahun 2024 stok beras import baik ramadhan dan jelang Idul Fitri mencapai 60 ribu ton sementara untuk beras lokal sekitar 40 ribu ton.
"Untuk di tahun 2025 kami masih belum memantau, karena kami hanya penerima dari pusat," jelasnya.