news

Teror Paket Misterius Kepala Babi! Anita Wahid Ceritakan Kisah Masa Lalunya yang Kerap Menerima Teror di Zaman Orba, Indonesia Kembali ke Zaman Orba?

Senin, 24 Maret 2025 | 16:11 WIB
Anita Wahid tanggapi teror kepala babi Tempo, ceritakan pengalaman teror yang diterimanya di zaman orba (Instagram @tempodotco)

SketsaNusantara.id - Anita Hayatunnufus Wahid, putri Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tanggapi teror paket misterius yang berisi kepala babi.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun X @GUSDURians, Anita Wahid menceritakan kisah masa lalunya di zaman orde baru yang juga kerap mendapat teror.

Saat itu Anita Wahid yang masih duduk di bangku SMP mengaku kerap menerima panggilan telepon dari nomor asing bernada ancaman.

Baca Juga: Tempo Diteror Kepala Babi, Bentuk Ancaman Kebebasan Pers di Tengah Kontroversi Pengesahan RUU TNI?

"Jadi, waktu itu belum ada handphone, jadi semua telepon itu masuknya ke telepon rumah. Di dalam periode ini yang rentangnya kurang lebih sekitar beberapa bulan, itu hampir setiap sore sekitar jam 4 atau setengah 5 sore, itu ada telepon masuk ke rumah,"

"biasanya gue yang ngangkat karena gue yang ada di rumah. Kadang adek gue, Inayah, yang bahkan waktu itu masih SD, kadang-kadang dia juga yang ngangkat, tapi paling sering gue," ceritanya.

Anita Wahid menjelaskan bahwa penelpon misterius itu adalah seorang lelaki yang ekrap melayangkan ancaman bagi keluarganya.

Baca Juga: TEMPO TIDAK GENTAR! Usai Diteror Kepala Babi Kini Bangkai Tikus, Bentuk Ancaman Mengerikan yang Mengintai Kebebasan Pers di Indonesia

"Setiap kali gue ngangkat telepon dan gue bilang 'halo', maka ada suara di seberang, yang suaranya adalah suara laki-laki, biasanya menggelegar, nadanya marah, mengintimidasi, dan ngebentak gitu,"

Sang penelpon memerintah agar Gus Dur diam pada saat itu.

Pria tak dikenal itu juga mengancam akan mengirimkan paket berisi kepala Gus Dur jika Gus Dur tetap bersuara.

Baca Juga: Kantor Tempo Diteror Kepala Babi dan Bangkai Tikus, Begini Respon Kapolri Jenderal Listyo Sigit

"terus dia akan ngomong 'heh bilang sama bapak kamu, suruh dia berhenti bicara. Kalau nggak, kamu akan saya kirimin kado yang bagus banget dan gede, isinya kepala bapak kamu'. Habis itu dia ketawa-ketawa, terus tutup telepon," lanjutnya.

Teror serupa tak hanya terjadi satu kali saja, melainkan berkali-kali.

Halaman:

Tags

Terkini