“Terus dia akan ngomong, ‘heh bilang sama bapak kamu, suruh dia berhenti bicara, kalau enggak, kamu akan saya kirimi kado yang bagus banget dan gede isinya kepala bapak kamu’, abis itu dia akan ketawa -tawa, abis itu dia tutup telepon,” sambung Anita Wahid.
Baca Juga: Tempo Diteror Kepala Babi, Bentuk Ancaman Kebebasan Pers di Tengah Kontroversi Pengesahan RUU TNI?
Tak sekali dua kali, teror serupa terjadi di waktu yang sama dan berlangsung selama beberapa bulan dengan narasi ancaman yang tak jauh berbeda.
“Besoknya sore kurang lebih jam yang sama, akan ada telepon lagi, yang kurang lebih begitu juga gitu nadanya, mungkin kadang-kadang potongan tubuh yang mana aja yang beda gitu, tapi intimidasi dan terornya kurang lebih sama, dan itu terjadi beberapa bulan, hampir setiap hari terjadi,” tuturnya.
Menurut Anita, teror-teror yang terjadi baik di era Orba maupun sekarang bentuknya berbeda-beda dan bermacam-macam.
“Zaman sekarang teror teror kayak gini itu juga real banget, bentuknya juga macem-macem banget,” tuturnya.
Di antaranya, sambung Anita, jurnalis rumahnya dibakar, menggunakan UU ITE untuk dibuat bungkam, cyber attack, hingga labeling hoax.
“Cara-cara intimidasi, cara-cara untuk membuat kita diam tidak mau mengkritisi. Jadi, gua mau bilang nih sama kalian, yang masih bilang bahwa kita nggak akan balik lagi ke orde baru, kita nggak akan mengarah ke sana, really? really? please deh," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI