SketsaNusantara.id - Penutupan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dibantah Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni berhubungan dengan penemuan ladang ganja di kawasan tersebut.
Dirinya mengklaim, penemuan ladang ganja tersebut merupakan hasil kerjasama pihak TNBTS dengan kepolisian.
“Itu bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menemukan ladangnya pakai drone segala macam,” kata Raja Juli dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @kemenhut.
Dirinya juga menegaskan, larangan penerbangan drone yang diterapkan di taman nasional, tidak ada kaitannya dengan penutupan kawasan taman nasional.
“Dan itu tidak terkait dengan penutupan taman nasional, kan isunya jadi oh sengaja ditutup supaya tanaman ganjanya tidak ketahuan,” sambung Raja Juli.
“Justru drone yang dimiliki oleh teman-teman taman nasional yang menemukan titiknya, dengan tadi Manggala Agni turun, Polhut turun, dan bersama dengan polisi kita ikut cabut, itu menjadi barang bukti yang kita bawa ke polisi,” tegasnya.
Raja Juli juga memastikan, bahwa tak ada stafnya yang terlibat penanaman ladang ganja di kawasan TNBTS.
“Jadi Insya Allah staf kami nggak ada yang menanam begitu,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko menerangkan, ladang ganja yang ada di kawasan TNBTS ditemukan pada September 2024 lalu.
Saat itu, dijelaskan Satyawan, memang ada penyelidikan dari pihak kepolisian yang menangkap tersangka pemilik ladang ganja tersebut.
“Lalu kita dari taman nasional, ini membantu mengungkapkan di mana ladang ganja itu,” kata Satyawan.