news

Anies Baswedan Singgung soal Kepemimpinan Tak Berkelanjutan dan Meritokrasi dalam Pemilihan Khalifah saat Ceramah di ITB, Gibran Auto Kena Sentil

Senin, 10 Maret 2025 | 21:17 WIB
Potret Anies Baswedan ceramah di ITB ceritakan sistem demokrasi yang sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW dan kepemimpinan tidak berkelanjutan yang disinyalir menyindir Gibran soal putusan MK (Instagram/salmanitb)

SketsaNusantara.id - Anies Baswedan kembali membahas soal pemerintah yang tampaknya ikut 'menyenggol' Gibran Rakabuming Raka saat menyampaikan ceramah usai melaksanakan sholat tarawih di Masjid Salman ITB, Bandung.

Dalam acara Tarawih dan Ceramah yang digelar pada hari Minggu, 9 Maret 2025, Anies menyampaikan materi dengan tema "Ilmu dan Berpikir Kritis: Alat Penjaga Demokrasi".

Dalam ceramahnya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyoroti pemerintah saat ini yang dianggap mengalami penurunan kepercayaan publik akibat kepentingan pribadi dan kurangnya integritas di kalangan pemimpin.

Baca Juga: Usai Masjid UGM, Anies Baswedan Jadi Pembicara di Masjid Salman ITB, Netizen Tunggu Reaksi Raja Juli Antonio: Ditunggu Cibiran Jilid 2 nya Bro!

Ia menekankan pentingnya integritas dan kejujuran dalam kepemimpinan untuk menjaga kepercayaan publik.

"integritas harus menjadi bagian yang bersenyawa dengan pemimpin-pemimpin yang ada di Republik ini, dan Indonesia sedang membutuhkan lebih banyak orang-orang yang amanah," kata Anies dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah kanal YouTube Masjid Salman ITB pada hari Minggu, 9 Maret 2025.

"Orang yang berada di dalam pemegang kewenangan tidak memandang kewenangan sebagai kegiatan usaha mencari keuntungan, namun seringkiali sekarang ini memegang kewenangan dijadikan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemakmuran," tandasnya.

Baca Juga: Susul Anies Baswedan! Ganjar Pranowo Jadi Pembicara di Masjid UGM, Netizen Pertanyakan Undangan Jokowi: Juara Koruptor No 2 Dunia Kok Gak Diundang?

Anies juga membahas konsep demokrasi dengan merujuk pada praktik musyawarah yang diterapkan oleh empat khalifah setelah Nabi Muhammad SAW.

Ia menekankan bahwa keputusan diambil secara demokratis dan tidak ada upaya untuk mempertahankan kekuasaan secara turun-temurun.

"Kita dapat menyaksikan jalannya tata pemerintahan di mana pergantian kekuasaan ditandai dengan dijalankan dengan kedamaian, bahkan penentuan kepemimpinan pun berdasarkan proses musyawarah," ucapnya.

Baca Juga: Support Sahabat, Anies Baswedan Hadiri Sidang Perdana Kasus Korupsi Impor Gula: Saya Datang sebagai Sahabat Tom Lembong

"Keempat khalifah di pilih menggunakan musyawarah cari di masa itu di seluruh muka bumi. Pada masa itu, hakim pun banyak kisahnya menyatakan khalifah salah ketika dituntut oleh rakyat, itu adalah periode di mana ada demokrasi yang pergantian kepemimpinannya tidak berkelanjutan," tuturnya.

"Dan lihatlah apa yang terjadi sekarang ini, ketika kita berbicara tentang demokrasi pada hari ini kita menginginkan demokrasi yang berjalan untuk kepentingan rakyat bukan demokrasi yang berjalan untuk kepentingan sekelompok orang yang memegang kewenangan," tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini