SketsaNusantara.id - Satryo Soemantri Brodjonegoro membeberkan fakta mengejutkan di balik pencopotannya sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) beberapa waktu lalu.
Dalam wawancara terbaru, Satryo blak-blakan menceritakan kronologi sebelum lengser dan alasannya dicopot dari jabatan Mendiktisaintek.
Ia menyebut alasannya di reshuffle ternyata karena Presiden Prabowo ternyata alergi terhadap demo atau aksi unjuk rasa yang membuat gaduh hingga akhirnya ia dicopot dari jabatannya sebagai menteri.
"Presiden alergi dengan demo kata Mayor Teddy. Jadi kalau ada demo (aksi unjuk rasa) itu beliau anggap kegaduhan, membuat gaduh suasana," ungkap Satryo dikutip SketsaNusantara.id dari video wawancara yang diunggah akun X @NenkMonica pada hari Minggu, 9 Maret 2025.
Pernyataan Satryo ini seketika mencuri perhatian publik hingga jadi viral yang ditonton lebih dari 2,4 juta kali di media sosial X (dulu Twitter).
Dalam video berdurasi 1,5 menit, Satryo membeberkan kronologi sebelum direshuffle yang sempat didatangi Sekretaris Kabinet (seskab) Mayor Teddy.
Ia dianggap memiliki kesalahan fatal hingga akhirnya mengundurkan diri dari jabatan Mendiktisaintek sebelum Presiden melakukan reshuffle kabinet pada 19 Februari 2025 lalu.
"Hari Selasa malam, 18 Februari 2025, pukul 10 malam, Seskab Mayor Teddy datang ke kediaman di Wisma Chandra," kata Satryo.
"Beliau bilang pada saya, intinya saya dianggap memiliki kesalah yang fatal, ada dua demo di kantor tanggal 20 Januari dan demo kenaikan UKT oleh BEM Mahasiswa pada tanggal 17-18 Februari 2025," tuturnya.
"Dua kejadian itu yang disoroti dan dianggap fatal, karena pada dasarnya Pak Presiden itu ternyata alergi terhadap demo, begitu kata Mayor Teddy. Jadi kalau ada demo itu dianggap ada kegaduhan, suasananya jadi gaduh," kata Satryo.
Lulusan Teknik Mesin ITB itu menyatakan bahwa dirinya telah mengundurkan diri dari jabatan Mendiktisaintek sebelum mengalami reshuffle kabinet pada 19 Februari 2025 lalu.