Sindiran Raja Juli Antoni menuai kritikan bahkan sempat ramai jadi perbincangan publik.
Banyak warganet berpendapat bahwa masjid adalah tempat untuk menyampaikan kebenaran. Mereka menilai tidak ada yang salah dengan pernyataan Anies, yang dianggap sebagai kritik yang relevan dengan situasi saat ini sekaligus bentuk kekhawatiran terhadap masa depan bangsa.
"Yang heran 'bahas politik kok di masjid?' Berarti orangnya fix gak pernah ngaji, gak paham sejarah Nabi, bahkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dahulu mengatur semuanya dalam masjid," komentar salah satu netizen.
"Rasulullah bahkan gunakan masjid untuk menyusun siasat perang, menerima tamu diplomasi, dan bahas pemerintahannya di masjid, so apa yang salah? Selama tidak melanggar syariat itu bukan kesalahan," imbuh netizen lainnya.
"Justru sekarang ini banyak yang membicarakan atau kritik pemerintah di masjid karena banyak keresahan masyarakat yang gak didengar pemerintah, masjid tempat pusat peradaban, dari masjid kita bangkit dan bangun peradaban dunia," komentar netizen lainnya.
Sementara itu, Anies Baswedan menyampaikan ceramah tentang ilmu dan pikiran kritis sebagai alat penjaga demokrasi.
Pria yang akrab disapa Abah itu juga menyampaikan pesan untuk menjadi tetap optimis meski kini banyak pemimpin yang kurang berintegritas dan demokrasi makin layu di Indonesia.
"Kita bicara soal demokrasi, tentu kita ingin berjalan untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan sekelompok orang yang memegang kewenangan," kata Anies.
"Demokrasi ini adalah ekosistem. Salah satu kuncinya adalah masyarakat terdidik, tercerahkan, masyarakat yang peduli, tapi kalo masyarakatnya apatis, enggan berpikir kritis dan terjebak dalam fanatisme, maka ekosistem bisa sakit, dan demokrasi layu," tuturnya.
"Integritas juga menjadi bagian yang bersenyawa bagi para pemimpin. Bangsa ini juga tidak boleh terjebak oleh pesimisme, kita harus tumbuhkan optimisme sebagai akar kekuatan bangsa Indonesia," pesan Anies.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!