Kamis, 4 Juni 2026

Sentil Balik Raja Juli Antoni, Anies Baswedan Sebut Masjid Bukan Sekedar Tempat Ibadah, Sampaikan Pesan untuk Jaga Demokrasi

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 9 Maret 2025 | 10:27 WIB
Potret Anies Baswedan saat mengisi acara Tarawih dan Dialog di Masjid Salman ITB singgung sindiran Raja Juli Antoni soal tempat ibadah  (Instagram/salmanitb)
Potret Anies Baswedan saat mengisi acara Tarawih dan Dialog di Masjid Salman ITB singgung sindiran Raja Juli Antoni soal tempat ibadah (Instagram/salmanitb)

Sindiran Raja Juli Antoni menuai kritikan bahkan sempat ramai jadi perbincangan publik.

Banyak warganet berpendapat bahwa masjid adalah tempat untuk menyampaikan kebenaran. Mereka menilai tidak ada yang salah dengan pernyataan Anies, yang dianggap sebagai kritik yang relevan dengan situasi saat ini sekaligus bentuk kekhawatiran terhadap masa depan bangsa.

Baca Juga: Kena Sentil Raja Juli Antoni, Begini Respons Tak Terduga Anies Baswedan Usai Disindir Gunakan Masjid Jadi Tempat Sampaikan Sindiran Politik

"Yang heran 'bahas politik kok di masjid?' Berarti orangnya fix gak pernah ngaji, gak paham sejarah Nabi, bahkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dahulu mengatur semuanya dalam masjid," komentar salah satu netizen.

"Rasulullah bahkan gunakan masjid untuk menyusun siasat perang, menerima tamu diplomasi, dan bahas pemerintahannya di masjid, so apa yang salah? Selama tidak melanggar syariat itu bukan kesalahan," imbuh netizen lainnya.

"Justru sekarang ini banyak yang membicarakan atau kritik pemerintah di masjid karena banyak keresahan masyarakat yang gak didengar pemerintah, masjid tempat pusat peradaban, dari masjid kita bangkit dan bangun peradaban dunia," komentar netizen lainnya.

Baca Juga: Usai Masjid UGM, Anies Baswedan Jadi Pembicara di Masjid Salman ITB, Netizen Tunggu Reaksi Raja Juli Antonio: Ditunggu Cibiran Jilid 2 nya Bro!

Sementara itu, Anies Baswedan menyampaikan ceramah tentang ilmu dan pikiran kritis sebagai alat penjaga demokrasi.

Pria yang akrab disapa Abah itu juga menyampaikan pesan untuk menjadi tetap optimis meski kini banyak pemimpin yang kurang berintegritas dan demokrasi makin layu di Indonesia.

"Kita bicara soal demokrasi, tentu kita ingin berjalan untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan sekelompok orang yang memegang kewenangan," kata Anies.

"Demokrasi ini adalah ekosistem. Salah satu kuncinya adalah masyarakat terdidik, tercerahkan, masyarakat yang peduli, tapi kalo masyarakatnya apatis, enggan berpikir kritis dan terjebak dalam fanatisme, maka ekosistem bisa sakit, dan demokrasi layu," tuturnya.

Baca Juga: Susul Anies Baswedan! Ganjar Pranowo Jadi Pembicara di Masjid UGM, Netizen Pertanyakan Undangan Jokowi: Juara Koruptor No 2 Dunia Kok Gak Diundang?

"Integritas juga menjadi bagian yang bersenyawa bagi para pemimpin. Bangsa ini juga tidak boleh terjebak oleh pesimisme, kita harus tumbuhkan optimisme sebagai akar kekuatan bangsa Indonesia," pesan Anies.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @salmanitb

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X