news

Kena Sentil Raja Juli Antoni, Begini Respons Tak Terduga Anies Baswedan Usai Disindir Gunakan Masjid Jadi Tempat Sampaikan Sindiran Politik

Jumat, 7 Maret 2025 | 10:07 WIB
Potret Anies Baswedan beri respon tak terduga usai disindir gunakan masjid sebagai tempat sindiran politik (YouTube Kampus UGM)

"Mata saya kok tiba-tiba kedutan... Ada keramaian apa di X/Twitter hari ini?" komentar Anies Baswedan melalui cuitannya di akun X @aniesbaswedan dikutip SketsaNusantara.id hari Jumat, 7 Maret 2025.

Baca Juga: Menohok! Fedi Nuril Skakmat Raja Juli Antoni Usai Unggah Cuitan Sindir PDIP, Jejak Digital Pak Menhut Habis Dikuliti: Munafik

Seketika cuitan Anies dibanjiri komentar netizen. Banyak warganet yang mengaitkannya dengan sindiran Raja Juli Antony dan menyebutnya "menteri rasa buzzer".

"Ada menteri rasa buzzer bayaran, pak. Katanya masjid cuma boleh buat ibadah, gak boleh buat ceramah sindir politik," komentar salah satu netizen.

"Biasa lah pak, ada pendukung Pak Mul(yono) yang merasa tersinggung, padahal emang omongan Abah sesuai fakta semua, tutup kuping aja pak," imbuh netizen lainnya.

Baca Juga: Membludak! Antusiasme Masyarakat Sambut Kehadiran Anies Baswedan di Masjid UGM, Sampai Rela Basah Kuyup Sholat Berjamaah Diguyur Hujan

Anies sendiri juga tak ambil pusing dengan cuitan Raja Juli Antony. Alih-alih menyampaikan sindiran balik, ia menyampaikan pesan setelah memberikan kuliah umum di Masjid Kampus UGM.

"Langit Yogyakarta membasuh Masjid Kampus UGM, tapi hujan tak menyurutkan ribuan jemaah. Mereka tetap sujud dalam tarawih, tetap bergeming mengikuti kajian. Mahasiswa, akademisi, dan masyarakat berkumpul, tak ingin kehilangan satu momen pun dari diskusi tentang pendidikan dan masa depan," tulis Anies dalam postingan di akun Instagram @aniesbaswedan yang diunggah hari Selasa, 4 Maret 2025.

Baca Juga: Seberapa Kaya Raja Juli Antoni? Wamen ATR yang Jadi Sorotan Karena Menyela Basuki Hadimuljono, Ternyata Punya Hutang Sebesar...

"Kampus ini adalah tempat gagasan diuji, pemikiran ditempa, dan cita-cita bertemu dengan realitas. Kita berdiskusi tentang infrastuktur pendidikan, yang bukan sekadar angka atau gedung megah, tetapi tentang ruang bagi para pembelajar," imbuhnya.

"Di Masjid Kampus UGM, kita kirimkan pesan: perubahan akan lahir dari mereka yang terus belajar, berani bertanya, dan menyalaterangkan gagasan kebangsaan di kampus perjuangan ini. Insya Allah," pungkasnya.

Kanal YouTube Masjid Kampus UGM juga memberikan penjelasan di kolom deskripsi yang menyebut tempatnya bukan hanya sebagai tempat ibadah namun juga sebagai tempat berukar pikiran.

"Masjid tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, melainkan multifungsional. Hal ini bisa dilihat dalam beberapa hadist sahih muslim," tulis admin Masjid Kampus UGM.

"Penulis memberikan disinformasi jika masjid hanya cukup diperuntukan sebagai tempat ibadah sehingga perlu diluruskan secara objektif," pungkasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI

Halaman:

Tags

Terkini