Pada 2017, penggelapan dana pensiun Pertamina menyeret Muhammad Helmi Kamal Lubis, mantan Presiden Direktur Dana Pensiun Pertamina.
Ia bersama Edward Seky Soeryadjaya melakukan investasi bodong pada saham PT Sugih Energy Tbk (SUGI), yang akhirnya membuat perusahaan merugi hingga Rp599 miliar.
4. Suap Perdagangan Minyak Mentah
Pada 2019, KPK mengungkap skandal suap di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES), anak usaha Pertamina.
Bambang Irianto, Managing Director PES periode 2009-2013, diduga menerima suap sebesar 2,9 juta dollar AS (sekitar Rp40,75 miliar) untuk memuluskan kerja sama dengan pihak swasta.
5. Investasi Bodong di Blok Minyak Australia
Pada 2018, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengakuisisi Blok Basker Manta Gummy (BMG) di Australia dengan nilai investasi Rp568 miliar.
Namun, ternyata blok minyak tersebut tidak menguntungkan dan bahkan operasionalnya sudah dihentikan sejak 2010. Kasus ini pun ditetapkan sebagai penyalahgunaan investasi yang merugikan negara.
6. Korupsi Digitalisasi SPBU
Proyek digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) periode 2018-2023 awalnya bertujuan meningkatkan transparansi distribusi BBM.
Namun, proyek ini justru disalahgunakan oleh oknum untuk kepentingan pribadi. Saat ini, kasus ini masih dalam tahap penyidikan KPK.
Deretan skandal ini semakin menunjukkan bahwa tata kelola di tubuh Pertamina masih penuh celah untuk korupsi.
Meski pemerintah dan aparat hukum terus menindak para pelaku, kasus demi kasus terus bermunculan. Akankah ada reformasi nyata di Pertamina? Atau ini hanya akan jadi siklus korupsi yang berulang?***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!