“Jadi yang jelas bahwa di Karawang ini, membuat konteks mitos sehingga menjadi bentuk penistaan agama,” sambungnya.
Belum diketahui pasti, kapan pembongkaran sepasang kursi di dalam Masjid Agung Karawang oleh Arya Mandalika itu terjadi.
Namun, di akhir video terlihat, sepasang kursi di dalam ruangan kaca Masjid Agung Karawang, sudah tidak lagi berada di tempat semula atau telah dibongkar.
Pembongkaran sepasang kursi di dalam Masjid Agung Karawang ini pun menuai respons beragam dari netizen.
“Lah main bongkar-bongkar aja, itu harus dihormati sejarahnya. Kok gada yang berani ama dia?,” tulis akun @negativixxx.
“Kalau mau peninggalan mending taro di museum buat belajar sejarah, kalau di masjid takutnya jadi musyrik, setuju gua ama abang ini, yang kayak gjni-gini jangan diterusin, di Pulau Jawa ini terlalu banyak mitos, sampai gua tembus ke mekkah aja banyak yang percaya, heran gua,” tulis akun @Kaptenusoxxx.
“Masjid kok nyimpen begituan? Masjid itu bukan museum,” tulis akun @ERaksxxx.
Sebagai informasi, Masjid Agung Syekh Quro Karawang atau lebih dikenal Masjid Agung Karawang menjadi salah satu masjid tertua di Pulau Jawa.
Masjid ini didirikan oleh ulama tersohor saat itu, yakni Syekh Quro atau Syekh Hasanudin bin Yusuf Sidik pada tahun 1418 Masehi atau 838 Hijriah.
***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI