SketsaNusantara.id - Pegunungan Jaya Wijaya telah mengantarkan 2 orang pendaki gunung pada akhir petualangannya, yakni Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti, dua sahabat kental yang sama-sama menggilai gunung.
Mereka berdua dikabarkan meninggal dunia akibat menderita AMS lalu hipotermia karena suhu rendah dan cuaca ekstrim setelah mereka berhasil menaklukkan Puncak Carstensz Pyramid.
Di balik meninggalnya 2 sahabat yang masih mendaki gunung di puncak tertinggi di Indonesia pada usia 60 tahun tersebut, selain menimbulkan keharuan, decak kagum pada 2 pendaki itu juga menimbulkan pertanyaan apa dan bagaimana hingga puncak di pegunungan Jaya Wijaya itu begitu digilai pendaki gunung di dunia.
Untuk menjawab pertanyaan itu maka kita harus tahu beberapa fakta tentang Pegunungan Jaya Wijaya dan salah satu puncaknya yakni Puncak Carstensz Pyramid dilansir SketsaNusantara.id dikutip dari Youtube INVOICE INDONESIA.
Asal nama Puncak Carstensz
Nama Cartensz yang disematkan pada gunung Jaya Wijaya diambil dari sejarah pada tahun 1623 dimana saat itu seorang pelayar Belanda bernama Kan Carstenszoon melihat sebuah puncak dengan teropongnya saat ia sedang melakukan pelayaran melintasi laut Arafura.
Laporan perjalanannya tentang penemuan ini awalnya dicemooh oleh banyak orang Eropa, karena sulit dipercaya bahwa salju dapat ditemukan di daerah tropis dekat khatulistiwa.
Namun pada tahun 1962, Heinrich Harrer, pria berkebangsaan Austria untuk pertama kalinya tercatat sebagai pendaki yang berhasil mendaki puncak Jaya Wijaya.
Puncak yang dilihat oleh Carstenszoon tersebut kemudian diberi nama "Puncak Carstensz" untuk menghormati penemunya Jan Cartenszoon.
Selain "Puncak Carstensz," gunung ini juga dikenal dengan nama "Puncak Jaya," yang diberikan oleh Presiden Soekarno sebagai bentuk penghormatan atas kembalinya Papua Barat ke pangkuan Republik Indonesia pada tahun 1963.
Memiliki beberapa puncak