Acute Mountain Sickness (AMS)
AMS (Acute Mountain Sickness) disebabkan oleh reaksi tubuh terhadap kekurangan oksigen di ketinggian yang terjadi ketika tubuh tidak dapat beradaptasi dengan cepat terhadap tekanan udara yang lebih rendah.
Fokus utama AMS adalah kekurangan oksigen di ketinggian dengan gejala sakit kepala, mual dan muntah, kelelahan, sesak napas dan kehilangan nafsu makan.
Hipotermia dan Acute Mountain Sickness (AMS) adalah dua kondisi berbeda yang dapat membahayakan pendaki gunung, meskipun keduanya dapat dipicu oleh kondisi lingkungan yang sama, yaitu ketinggian dan suhu dingin
Hubungan antara Hipotermia dan AMS adalah keduanya dapat terjadi secara bersamaan, terutama di ketinggian yang ekstrem dimana AMS dapat melemahkan tubuh, membuat pendaki lebih rentan terhadap hipotermia.
Dalam kasus yang baru terjadi di gunung Puncak Carstenz Papua, para pendaki wanita yang meninggal dunia yakni Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti diduga mengalami AMS terlebih dahulu, sebelum akhirnya mengalami Hipotermia.
Dari peristiwa itu disimpulkan bahwa dasarnya AMS adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan oksigen di ketinggian, dan Hipotermia adalah kondisi dimana tubuh kehilangan suhu panas, hingga berada di suhu yang sangat rendah dan mampu menjadi penyebab kematian.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini