SketsaNusantara.id - Dunia pendakian gunung berduka, 2 wanita tangguh asal Indonesia, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti akhirnya menyerah di pelukan alam Gunung Jaya Wijaya yang ekstrim.
Dua wanita yang bersahabat sejak di bangku SMA dan sama-sama menggemari pendakian gunung meninggal dunia karena hipotermia, namun ada pula yang menyebutkan mereka berdua meninggal dunia karena AMS (Acute Mountain Sicknes).
Puncak Carstensz, atau Piramida Carstensz merupakan puncak dari pegunungan Jaya Wijaya di Indonesia yang juga salah satu dari Tujuh Puncak (Seven Summits) dunia.
Sebuah puncak gunung yang dikenal sangat sulit untuk didaki sebab memiliki medan berat dan juga suhu ekstrim yang bisa berubah-ubah.
Peristiwa tragis ini terjadi saat kedua pendaki sedang dalam perjalanan turun dari Puncak Carstensz menuju Base Camp Lembah Kuning dimana kejadian ini terjadi di lokasi Teras Dua, yang berada di ketinggian 4.600 mdpl.
Dari 2 penyebab meninggal dunia pendaki gunung ini apa perbedaan dari hipotermia dan AMS?
Dilansir SketsaNusantara.id dari YouTube DR. CICI (Christianto Tangkau), Hipotermia dan Acute Mountain Sickness (AMS) merupakan dua kondisi berbeda yang dapat membahayakan pendaki gunung.
Meskipun keduanya berbeda namun keduanya dapat dipicu oleh kondisi lingkungan yang sama, yaitu ketinggian dan suhu dingin.
Hipotermia
Hipotermia, suatu kondisi yang disebabkan oleh penurunan suhu tubuh yang drastis di bawah 35 derajat Celsius, biasanya hal ini terjadi akibat paparan suhu dingin yang ekstrem, angin kencang, dan kelembapan tinggi.
Gejala seseorang alami hipotermia adalah penurunan suhu tubuh ekstrim sehingga ia akan menggigil hebat, kelelahan ekstrem, kebingungan, kehilangan koordinasi dan dalam kasus parah penderita akan kehilangan kesadaran dan gagal fungsi organ.