SketsaNusantara.id - YouTuber Jerome Polin ikut buka suara soal korupsi Pertamina yang belakangan ini ramai jadi perbincangan publik.
Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menangkap 7 tersangka yang terlibat dalam kasus mega korupsi Pertamina Patra Niaga yang telah membuat kerugian mencapai Rp 193,7 triliun.
Terkait hal ini, Jerome Polin kemudian melakukan perhitungan untuk membuktikan sebanyak apa uang Rp 1 triliun yang ternyata bisa dipakai untuk hidup 2 generasi.
"Kalian pernah kepikiran gak, uang 1 triliun itu sebanyak apa? Jadi, 1 triliun itu nol-nya ada 12, artinya 1000 miliar," kata Jerome sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di akun Instagram @jeromepolin pada hari Sabtu, 1 Maret 2025.
"Anggap aja kita ngeluarin uang 1 M per tahun, jadi ini 1000 dibagi 12, jadi uang 1 triliun itu habis dalam 83 tahun. Atau kalau mau lebih hemat lagi setahun cuma keluar Rp 500 juta per bulan, jadi bisa 166 tahun itu sudah bisa buat biaya hidup 2 generasi," imbuhnya.
Lulusan S1 Pendidikan Matematika di Universitas Waseda, Tokyo, Jepang itu kemudian menghitung bagaimana uang sebesar itu bisa dipakai biaya pendidikan hingga rampung kuliah selama 4 tahun.
Baca Juga: Ahok Soal Kemungkinan Dipanggil Kejagung atas Kasus Korupsi Pertamina: Hak Aparat Kejaksaan, tapi...
Berdasarkan penelusurannya, Jerome menyebut estimasi pendidikan rata-rata perguruan tinggi di Indonesia paling mahal mencapai Rp 100 juta.
Hal tersebut dihubungkannya dengan dana Rp 193,7 T yang dikorupsi pejabat tinggi Pertamina Patra Niaga, yang setidaknya bisa mencerdaskan 100 ribu orang jika dipakai untuk biaya pendidikan sampai lulus kuliah S1.
"Anggap aja 100 juta sampai lulus S1, jadi 1 triliun itu dibagi 100 juta ada 10 ribu orang yang bisa kuliah," tuturnya.
"Kalo misalnya ada 193,7 triliun, maka ada 1.937.000 orang yang bisa kuliah S1, nah padahal yang tahun kemarin aja cuma 785 ribu orang yang daftar SNBT," ungkap Jerome.
Jerome lantas menghitung kerugian total korupsi yang katanya mencapai 1 kuadriliun yang ternyata bisa dipakai biaya kuliah hampir 10 juta warga Indonesia.