Minggu, 21 Juni 2026

Satir, Arie Kriting Sindir Praktik Korupsi di Indonesia di Tengah Kisruh Skandal Pertamina: Aman Asal Punya Circle Berkuasa?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 27 Februari 2025 | 20:08 WIB
Potret Arie Kriting yang menanggapi kasus korupsi di Indonesia saat kisruh mega korupsi Pertamina (Instagram/arie_kriting)
Potret Arie Kriting yang menanggapi kasus korupsi di Indonesia saat kisruh mega korupsi Pertamina (Instagram/arie_kriting)

SketsaNusantara.id - Arie Kriting ikut menyoroti soal praktik korupsi yang makin merajalela dengan kerugian fantastis di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, belum lama ini geger kasus korupsi PT Pertamina Patra Niaga yang merugikan negara mencapai Rp 193 Triliun.

Parahnya lagi, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan bahwa para pejabat tinggi Pertamina Patra Niaga yang menjadi tersangka korupsi diduga ikut andil dalam melakukan bleding atau mengoplos BBM Pertalite RON 90 menjadi Pertamax RON 92 Pertamax.

Baca Juga: Bawa Saksi Ahli! Terungkap Ada KDRT dalam Pernikahan Baim-Paula, Baim Wong Tak Dapat Hak Asuh Anak?

Praktik ini tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat yang merasa ditipu oleh perusahaan energi plat merah tersebut.

Masyarakat yang selama ini memilih membeli Pertamax dengan tujuan mendukung subsidi tepat sasaran bagi pengguna Pertalite, merasa dikhianati oleh Pertamina yang menjadi penyedia Bahan Bakar Minyak atau BBM resmi milik BUMN.

Niat baik masyarakat untuk berkontribusi pada pengelolaan subsidi yang lebih adil justru dimanfaatkan oleh oknum di Pertamina untuk meraup keuntungan pribadi.

Baca Juga: Digosipkan Punya Hubungan Dekat dengan Verrel Bramasta, Venna Melinda Puji Sosok Fuji hingga Akui Telah Bertemu Kakek Nenek Gala

Kasus ini menambah deretan panjang skandal korupsi di Indonesia, dengan nilai kerugian yang fantastis mencapai ratusan triliun.

Selain itu, publik juga menyoroti sejumlah kasus lain yang "aman" hingga kini belum tuntas dan pejabat negara yang diduga "bermasalah" juga belum mendapatkan penanganan serius dari KPK.

Seperti kasus judol yang melibatkan pegawai dan pejabat tinggi di Kominfo tahun 2024 lalu. Kasus tersebut berada di bawah kepemimpinan Budie Arie, namun Ketum Projo yang mendukung Prabowo dan Jokowi itu hanya diperiksa sebagai saksi tanpa diberikan sanksi lebih lanjut.

Baca Juga: Kena Batunya! Codeblue Dipolisikan Clairmont, Sebut Pemerasan Berkedok Food Consultants dan Berakhir Meminta Maaf

Di sisi lain, kasus korupsi impor gula yang meyeret nama Tom Lembong mendapatkan nasib yang berbeda. Penetapan tersangka Mantan Menteri Perdagangan itu dianggap ada unsur politis lantaran Tom Lembong berseberangan dengan pemerintah.

Kasus korupsi 193 T belakangan ini juga dikaitkan publik dengan PDIP, mengingat Ahok, sebelumnya adalah Komisaris Utama di Pertamina tahun 2024 lalu.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: X @Arie_Kriting

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X