Melihat peluang tersebut, Tim Analis Bareksa memperkirakan, setidaknya butuh waktu sekitar 35-75 hair perdagangan untuk menaikkan peringat indek saham MSCI INdonesia dari terendah (bottom) sampai pembalikan arah (rebound) ke level tertinggi dan return di atas 15 persen seperti yang pernah terjadi saat gejolak pasar saham pada tahun 2018 lalu.
“Belajar dari kondisi itu, investor bisa menerapkan strategi Buy in the Dip secara bertahap,” tulisnya.
Baca Juga: Strategi Fleksibel dan Terukur BRI: Kunci Pertumbuhan di Tengah Gejolak Ekonomi Global
Tim Analis Bareksa mengungkapkan, alasannya yakni tidak ada yang bisa mengetahui level bottom pasar saham, apalagi jika pasar mulai rebound, biasanya saham bank besar Tanah Air yang akan naik terlebih dahulu.
Saham BBRI direkomendasikan beli dengan target harga tahun 2025 di angka Rp5.650/saham dengan potensi kenaikan hingga 54 persen point-to-point.
Kendati demikian, Tim Analis Bareksa tetap mengingatkan para investor untuk tetap mewaspadai risiko investasi saham seperti capital loss.
Baca Juga: Fokus Dukung UMKM, BRI Salurkan Rp1,110 Triliun Kredit dan Jaga Kinerja Stabil
Sementara itu, riset yang dilakukan Analis OCBC Sekuritas Budi Rustanto memandang saham BRI lebih menarik dan sejalan dengan optimismenya.
“Kami tetap optimis terhadap prospek saham BBRI, didorong oleh, Pemulihan pertumbuhan Kredit, terutama dari segmen mikro dan korporasi, seiring dengan pelonggaran kebijakan moneter,” jelas Analis OCBC dalam risetnya yang berjudul A Recovery Year: BBRI.
Selain itu, kebijakan fiskal yang ekspansif serta pertumbuhan ekonomi yang kuat bisa mendorong kinerja perusahaan.
Peningkatan pendapatan berbasis biaya, efisiensi, dan pertumbuhan CASA melalui transformasi digital; serta Likuiditas dan permodalan yang solid untuk mendukung ekspansi kredit, jadi katalis positif saham BBRI ke depan.
Dengan sentimen dan katalis tersebut semakin memperkuat peringkat Beli yang disematkan oleh OCBC Sekuritas dengan target harga Rp5.000/saham, atau setara potensi kenaikan hingga lebih dari 45% dari level harga saat ini.
Selain 2 analis di atas, berdasrkan konsensus BLoomberg, sebanyak 31 analis lainnya juga kompak merekomendasikan Buy, beli saham BBRI.
Sementara 5 analis merekomendasikan hold dan satu analis lainnya Sell.