Sabtu, 18 Juli 2026

BRI Dukung UMKM Kebumen: Agrominafiber Handicraft Ekspor Produk Ramah Lingkungan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 19 Februari 2025 | 10:44 WIB
Novita Hermawan, pemilik Agrominafiber Handicraft, yang dengan tekad baja membawa produk lokalnya menembus pasar dunia.  (Dok. BRI)
Novita Hermawan, pemilik Agrominafiber Handicraft, yang dengan tekad baja membawa produk lokalnya menembus pasar dunia. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Di Kebumen, Jawa Tengah, sekelompok pengrajin mengubah serat pisang dan pandan menjadi produk bernilai tinggi.

Dengan kreativitas dan ketekunan, mereka mengolah bahan alami menjadi dekorasi rumah yang tidak hanya estetis, tetapi juga ramah lingkungan. Salah satu nama yang menonjol dalam industri ini adalah Agrominafiber Handicraft, sebuah UMKM yang berhasil menembus pasar global.

Di balik kesuksesan ini, ada sosok Novita Hermawan, pendiri Agrominafiber Handicraft.

Baca Juga: Strategi Fleksibel dan Terukur BRI: Kunci Pertumbuhan di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Dengan semangat inovasi dan keberanian mengambil risiko, ia mengangkat produk lokal Kebumen ke tingkat internasional.

Berawal dari keyakinan bahwa serat alam memiliki potensi besar, ia mulai merancang berbagai produk dekorasi yang kini dikirim ke berbagai belahan dunia.

Berdiri sejak 2021, Agrominafiber Handicraft berkembang dari bisnis kecil menjadi salah satu produsen produk dekorasi berbasis serat alami yang diminati di luar negeri.

Baca Juga: Cerita Sukses Ethnic Gendhis UMKM Binaan BRI, Batik Tradisional Jadi Favorit Generasi Milenial dan Gen Z Menembus Pasar Tradisional

Produk-produknya kini diekspor ke berbagai negara seperti Belgia, Chile, dan Argentina, membuktikan bahwa produk berbahan alam dari Indonesia memiliki daya saing tinggi.

Agrominafiber Handicraft awalnya memproduksi barang-barang dekorasi rumah seperti wall decor, stool, karpet, dan lampshade. Namun, bisnis ini terus berkembang dengan berbagai inovasi baru.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah bio leather, material ramah lingkungan berbahan dasar serat pisang yang kini menjadi tren di industri desain global.

Baca Juga: Fokus Dukung UMKM, BRI Salurkan Rp1,110 Triliun Kredit dan Jaga Kinerja Stabil

“Kami terus berinovasi agar produk tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai lebih. Bio leather menjadi salah satu inovasi yang kami hadirkan untuk memenuhi permintaan pasar internasional,” ujar Novita.

Berkat pendekatan yang menggabungkan teknik tradisional dengan desain modern, produk Agrominafiber Handicraft tidak hanya menarik minat pelanggan lokal, tetapi juga peminat dari luar negeri.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X