SketsaNusantara.id - Kabar buruk datang dari PT Sri Rejeki Isman Tbk atau yang dikenal dengan PT Sritex yang resmi ditutup per bulan Maret 2025.
Padahal sebelumnya perusahaan tersebut dijanjikan Gibran tidak akan ditutup dan Kemenaker mengusahakan agar tidak ada PHK Karyawan.
Namun, baru-baru ini akun X @Jateng_twit mengabarkan bahwa ribuan karyawan Sritex dirumahkan dan sudah menerima surat pemberitahuan terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) beberapa waktu lalu.
Pabrik tekstil yang dulunya menguasai pasar Indonesia bahkan terbesar di Asia Tenggara nasibnya kini akan ditutup total karena pailit dan tak bisa diselamatkan.
"Fix! ribuan karyawan PT Sritex dirumahkan dan besok terakhir kerja," tulis akun X @jateng_twit dikutip SketsaNusantara.id dalam postingannya yang diunggah pada hari Kamis, 27 Februari 2025.
"Kepala Disperinaker Sukoharjo, Sumarno mengatakan, karyawan PT Sritex sudah diputuskan PHK per tanggal 26 Februari kemarin, dan terakhir bekerja pada 28 Febuari besok. Perusahaan akan tutup pada tanggal 1 Maret 2025," imbuhnya.
Baca Juga: Diresmikan Presiden Soeharto, PT Sritex yang Pailit Sempat Lakukan Perluasan 275 Usaha, Apa Saja?
Kabar tersebut dibenarkan salah satu netizen yang terkena dampak setelah menerima surat PHK dari PT Sritex sejak hari Rabu, 26 Februari 2025 kemarin.
Salah satu warganet mengungkapkan kekecewaannya pada pemerintah yang tidak bisa memegang janjinya hingga keluarganya terkena dampak PHK Sritex.
"Sritex per tanggal 28 Februari ini tutup, papaku pun kena PHK. Padahal beberapa waktu lalu sempet dijanjiin sama negara kalo (pabrik) bakal dipertahanin dan gak bakal ada PHK," tulis akun @labialslash.