Akbar menilai, kasus korupsi yang dilakukan sembilan orang tersangka juga melibatkan pegawai BUMN ini sudah banyak merugikan masyarakat.
"Selain soal jumlahnya yang naudzubillah, niat dan cara mereka merugikan negara dan rakyat sangat kejam," imbuhnya.
Selanjutnya, mantan jurnalis ini pun meminta Erick Thohir bertanggung jawab penuh atas tindakan anak buahnya tersebut.
"Saya rasa Anda juga harus bertanggung jawab sebagai menteri yang menunjuk mereka menjadi pengendali Patra Niaga. Kalian pasti punya cara hadapi situasi ini," tuturnya.
Baca Juga: Sentuh Angka Miliaran, Segini Total Besaran Gaji Jajaran Direksi PT Pertamina Patra Niaga
Selain itu, Akbar juga menilai bahwa kinerja pejabat khususnya di BUMN, idak memahami tupoksi kerjanya.
"Tapi, kami, para rakyat ini juga berhasil belajar dengan cepat cara memahami kalian bahwa ‘Kalian Tak Cakap’. @prabowo @KemenBUMN," tutupnya.
Buntut dari terungkapnya kasus korupsi di PT Pertamina ini membuat masyarakat menjadi gerah, karena sudah berlangsung sejak tahun 2018-2023 lalu.
Di lain sisi, buntut kasus Pertamax oplosan, fenomena baru terjadi di masyarakat.
Masyarakat banyak yang berbondong-bondong beralih membeli BBM ke perusahaan swasta, salah satunya Shell.
***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI