"Ini kontroversi kenapa pejabat negara ada yang meragukan nasionalisme, sekarang saya nanya balik. Apa yang sudah diberikan yang ngomong kaya gini untuk negara mereka?" imbuhnya.
"Apa (pejabat negara) dapat nobel (penghargaan)? Mereka mensejahterakan orang? apa mereka juga menyelesaikan permasalahan di Indonesia? nggak toh," ucap Felix yang disambut tawa Raymond.
"Nah jadi jangan ngomong gitu, kalaupun tersindir lha memang itu tugasmu kok karena kamu dibayar (dari pajak rakyat) untuk melakukan itu," tuturnya.
Felix Siaw bahkan menyebut fenomena Kabur Aja Dulu merupakan isu paling parah mengingat kondisi saat ini yang dipicu karena masalah keadilan di Indonesia.
"Keadilan itu penting karena kalau nggak, mau gak mau kita harus kabur juga, karena kalau keadilan itu gak ada akhirnya membuat orang merasa gak percaya lagi," ucap Felix.
"Contohnya kasus coretax yang selama ini pakai biaya 1,3 T lalu pas dipake aplikasinya ancur parah banget. Terus kaya sertifikat rumah dibikin digital, lha yang fisik ada bisa digandain apalagi digital malah ada resiko hilang dan segala macam," imbuhnya.
Felix juga menyoroti soal nasionalisme yang sempat disinggung pejabat negara, mengingat tak ada pertanggung jawaban dari pemerintah untuk memberikan kualitas hidup yang lebih baik di Indonesia.
"Contoh misalnya di Indonesia udah sediain pendidikan bagus dan ada di semua tempat, kalau kalian lulus udah tinggal milih kerja di mana, nah itu baru bilang kita gak nasionalis karena kita milih pindah ke luar negeri," katanya.
"Tapi yang ada nyatanya apa? gak ada solusi dan alternatif yang diberikan pemerintah, itulah kenapa kaya uang pajak kita yang selama ini dibayarkan ke mana?" tandasnya.
"Kalo uang pajak rakyat digunakan dengan benar, mungkin kaya di Jepang tuh pedestrian dan fasilitas, transum bagus, nah ini problematikanya. Betapa lemahnya keadilan itu bisa didapatkan setiap orang rasanya susah banget kaya undian di Indonesia," tutup Felix.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!