SketsaNusantara.id - Kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina menyeret 4 pejabat tinggi perusahaan plat merah tersebut.
Salah satunya adalah Riva Siahaan, Direktur Utama PT. Pertamina Patra Niaga.
Riva Siahaan bersaama 3 pejabat tinggi Pertamina dan 3 orang broker tega melakukan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang selama 5 tahun yang menyebabkan kerugian negara Rp193,7 triliun.
Sosoknya pun jadi sorotan lantaran dinilai tega ‘menipu’ rakyat dengan menyulap BBM beroktan 90 menjadi bahan bakar beroktan 92.
Padahal, sebagai Direktur Utama Pertamina, Riva Siahaan menerima gaji yang cukup fantastis.
Dikutip dari akun X @gajimu_id, pada tahun 2023, 6 direksi Pertamina masing-masing menerima Rp55,9 miliar per tahun. Sehingga gaji per bulan 6 direksi Pertamina pada tahun 2023 yakni sebesar Rp4,6 miliar.
Angka tersebut berdasarkan total remunerasi dalam laporan keuangan PT. Perrtamina tahun 2023.
Riva sendiri bukan orang baru di Pertamina, ia mulai bekerja di salah satu BUMN tersebut sejak tahun 2008.
Ia mengawali karirnya di Pertamina sebagai Key Account Officer dan Senior Bunker Officer.
Karirnya terus melejit, berdasarkan akun Linkedin miliknya, pada tahun 2015, ia menjabat sebagai Bunker Trader di Pertamina Energy Service.