SketsaNusantara.id – Atap sebuah rumah di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, ambruk akibat hujan deras dan angin kencang. Peristiwa itu terjadi pada 17 Februari 2025, sekitar pukul 17.00 WIB.
Pemilik rumah adalah seorang lansia bernama Artinah (50). Rumahnya terletak di Dusun Krajan, Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, Jember.
Tetangga Artinah, Fauzan (27), menyatakan bahwa saat kejadian, cuaca memang sedang hujan deras disertai angin kencang.
Ia mendengar suara seperti barang jatuh, dan setelah diperiksa, ternyata atap rumah Artinah ambruk.
“Kejadian berlangsung pas hujan deras tadi, seperti ada suara barang jatuh. Setelah saya lihat, ternyata rumah Mbah Artinah ambruk,” kata Fauzan saat dihubungi melalui telepon, Senin, 17 Februari 2025.
Fauzan menambahkan bahwa atap rumah Artinah terbuat dari bambu dan sudah lapuk, sehingga mudah roboh saat terkena hujan deras dan angin kencang.
Baca Juga: Jabatan Sekretaris Daerah Kosong, DPRD Minta Pemkab Jember Segera Koordinasi dengan Bupati Terpilih
“Atap rumahnya memang dari bambu dan sudah lapuk. Jadi ambruk tadi saat terkena air hujan yang deras disertai angin kencang tadi,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Sahabat Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Puger, Feyga Kori, menyatakan bahwa pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan asesmen setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Ketika mendapat laporan, kami langsung datang ke lokasi. Kami dibantu warga membersihkan material atap genting yang rusak,” ucap Feyga.
Menurut Feyga, untuk sementara waktu, Artinah harus mengungsi ke rumah tetangganya karena rumahnya tidak lagi layak ditempati.
“Karena saat ini rumah mbah Artinah tidak bisa ditempati, ia harus mengungsi sementara dirumah tetangganya,” tambahnya.
Artikel Terkait
Rumah Ayah Tiri Penganiaya Bocah di Jember 2 Kali Digeruduk Massa, Pelaku Diamankan ke Polsek
Jenazah Bocah Korban Penganiayaan di Jember Sudah Dimakamkan, Ibu Korban Ingin Pelaku Dihukum Mati
Dari Warisan Nenek Moyang di Sudut Jember hingga ke Pasar Nasional, Inilah Perjalanan Panjang Kerajinan Sangkar Burung Perkutut di Dawuhan Mangli
Perjalanan Sejarah Kerajinan Sangkar Burung di Desa Dawuhan Mangli Jember, Mampu Bertahan Sejak Tahun 1955
Terdampak Efisiensi Anggaran, Mobil Dinas 2 Lembaga Penyelenggara Pemilu di Jember Ditarik