SketsaNusantara.id - Efisiensi anggaran sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang berdampak pada PHK karyawan RRI dan TVRI masih jadi sorotan publik.
Setelah viral di media sosial, kebijakan terkait efisiensi anggaran direvisi sehingga kedua lembaga penyiaran tersebut batal lakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawannya.
Keputusan ini diambil setelah RRI dan TVRI melakukan Rapat dengan Komisi VII DPR RI yang diselenggarakan pada hari Rabu, 12 Februari 2025.
Dalam rapat tersebut, salah satu anggota DPR mengkritik keputusan RRI dan TVRI yang melakukan efisiensi dari bawah, sehingga kontributor yang merupakan tenaga honorer/Non ASN/freelancer harus dirumahkan dan kehilangan pekerjaan imbas efisiensi anggaran.
Putra Nababan, Anggota DPR Fraksi PDI-P menyebut bahwa pemangkasan anggaran seharusnya dilakukan dari atas dengan memotong gaji pejabat tinggi bukannya mengorbankan tenaga kontributor, honorer dan pekerja lepas yang seharusnya jadi prioritas.
"Kami menyaksikan dalam video viral bahwa kontributor, penyiar lepas (freelance) bahkan satpam dan cleaning service ini terkena pemutusan hubungan kerja (PHK)," ucap Putra Nababan dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di kanal YouTube TVR Parlemen pada hari Rabu, 12 Februari 2025.
"Dengan ini saya menggaris bawahi bahwa pemangkasan anggaran ini harusnya dilakukan dari atas bukan dari bawah dengan mengorbankan manusianya," tandasnya.
Putra Nababan yang dulu juga merupakan jurnalis dan penyiar berita di stasiun televisi swasta juga menyayangkan adanya PHK Karyawan di RRI dan TVRI apalagi pekerja media di daerah memiliki tingkat dedikasi tinggi.
"Sangat tragis apalagi ada mismanagement narasi yang membenturkan (PHK Karyawan) ini dengan MBG (Makan Bergizi Gratis) bagaimana anak-anak makan gratis tapi pulang ternyata orang tuanya gak kerja," tuturnya.
"Perhatian kami di DPR berpihak pada warga meminta agar tidak dilakukan PHK terhadap tenaga kerja bagi pihak-pihak yang lebih membutuhkan terutama honorer, outsorcing, kontibutor lepas (freelance)," imbuhnya.
"Karena saya tahu persis yang pernah bekerja di industri ini bahwa kontributor di daerah itu mereka kerjanya militan dan tanpa perlindungan asuransi," ujarnya.
Artikel Terkait
Bertabur Publik Figur! Daftar 6 Artis Jadi Staf hingga Utusan Khusus di Pemerintahan Prabowo, Teranyar Deddy Corbuzier
BRI Raup Laba Rp60,64 Triliun di 2024, UMKM Tetap Jadi Prioritas Utama
Sadis! Oknum ASN DP3AKB Sumatera Utara Diduga Lakukan Kekerasan dengan Siram Air Panas ke Anak Tiri, Akhirnya Berujung Damai?
Sarkas! Dandhy Laksono Sebut Sederet Stafsus Pemerintah Bakal Jadi 'Sound Horeg' Pasca Pelantikan Deddy Corbuzier: Menuju Situasi 'Race to the Bottom'
Viral Curhatan Penyiar Radio Akibat Dampak Efisiensi Anggaran Presiden Prabowo Subianto, Anak Dapat Makan Gratis Orang Tua Harus diPHK...
Belum Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Wakil Ketua DPRD Jember Desak Pemda Segera Lakukan Pemangkasan Anggaran