Kamis, 4 Juni 2026

'Ojo Kemajon' Falsafah Jawa yang Diajarkan Jokowi Terhadap Gibran dalam Mendampingi Presiden Prabowo Subianto, Ini Artinya...

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Rabu, 12 Februari 2025 | 21:25 WIB
Potret saat Gibran Rakabuming Raka mendampingi Prabowo Subianto  (Instagram @gibran_rakabuming)
Potret saat Gibran Rakabuming Raka mendampingi Prabowo Subianto (Instagram @gibran_rakabuming)

 

SketsaNusantara.id - Jokowi mengaku selama putranya Gibran Rakabuming Raka menjadi wakil presiden, ia tak pernah memberikan masukan sebab Gibran tak pernah memintanya.

Namun sebagai orang tua dan juga sebagai orang yang pernah duduk sebagai kepala negara di negeri ini, Jokowi mengaku bahwa ia tetap memberikan wejangan atau nasehat kepada Gibran.

"Kalau orang jawa bilang, Ojo kemajon, sudah itu saja," jawab Jokowi tentang apa nasehatnya terhadap Gibran yang saat ini duduk sebagai wakil presiden mendampingi Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Sikap Santai Jokowi Saat Mendengar Seruan 'Adili Jokowi': Biasa Saja, Mungkin Ada yang Belum Move On...

"Karena secara konstitusi memang wakil presiden itu adalah mendampingi presiden atau membantu presiden apabila diminta," imbuh Jokowi dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Najwa Shihab.

'Ojo Kemajon' rupanya merupakan nasehat yang selama ini diberikan Jokowi terhadap putranya yang kini menjabat sebagai wakil presiden RI periode 2025 hingga 2029.

'Ojo Kemajon' sendiri merupakan satu falsafah Jawa, dimana "ojo kemajon"  merupakan wejangan luhur yang mengandung arti mendalam tentang batasan dan keseimbangan dalam hidup.

Baca Juga: Sebutkan Nama Soekarno, Jokowi Jawab Soal IKN yang Diisukan Mangkrak

Secara harfiah, ojo kemajon berarti jangan berlebihan atau jangan melampaui batas dimana konsep ini mengajarkan manusia untuk tidak hanya mengejar ambisi dan kekuasaan tanpa kendali.

Tetapi juga untuk menghormati batasan-batasan yang ada, baik yang bersifat alamiah maupun yang bersifat sosial.

Falsafah ojo kemajon sendiri disebut sebagai falsafah yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi harmoni dan keseimbangan.

Baca Juga: Panik? Joko Widodo Kehabisan Kata-Kata saat Ditanya soal 'Adili Jokowi', Gerak-Gerik Mantan Presiden saat Wawancara dengan Najwa Shihab Curi Perhatian

Dimana manusia diajarkan untuk tidak hanya mengejar kepentingan pribadi, tetapi juga untuk berkontribusi pada kebaikan bersama, artinya dalam konteks sosial 'ojo kemajon'.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Youtube Najwa Shihab

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X