Kamis, 4 Juni 2026

HPN 9 Februari 2025, CEO Promedia Ajak Insan Media Bersatu Lawan Pembungkaman Digital dan Menjaga Kebebasan Pers

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 9 Februari 2025 | 08:19 WIB
CEO Promedia Teknologi Indonesia (PTI) , Agus Sulistriyono menyampaikan gagasan penting dalam momentum Hari Pers Nasional, pada 9 Februari 2025. (Dok. Promedia Teknologi Indonesia)
CEO Promedia Teknologi Indonesia (PTI) , Agus Sulistriyono menyampaikan gagasan penting dalam momentum Hari Pers Nasional, pada 9 Februari 2025. (Dok. Promedia Teknologi Indonesia)

SketsaNusantara.id - Hari Pers Nasional yang diperingati setiap 9 Februari menjadi momentum penting bagi para jurnalis dan pengelola media di Indonesia.

Tahun ini, perayaan tersebut tak hanya menjadi ajang apresiasi bagi insan pers, tetapi juga refleksi atas berbagai tantangan yang dihadapi industri media.

Dalam era digital yang terus berkembang, media memiliki peran besar sebagai penyampai informasi yang akurat dan terpercaya.

Baca Juga: Ini Baru Menuju Indonesia Emas! 9 Februari 2025 Besok, Intip Tema Penyelenggaraan Hari Pers Nasional, Fokus Pada Bidang Ketahanan Pangan?

Namun, seiring dengan pesatnya teknologi, ancaman terhadap kebebasan pers pun semakin nyata. Salah satu bentuk ancaman yang kian marak adalah serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang menyasar berbagai media siber di Tanah Air.

CEO Promedia Teknologi Indonesia (PTI), Agus Sulistriyono, menyoroti isu ini dalam peringatan Hari Pers Nasional 2025. Menurutnya, serangan DDoS terhadap media online merupakan bentuk baru dari pembredelan dan pembungkaman pers di era digital.

Baca Juga: Tema Hari Pers Nasional 2025 Apa? Ini 13 Twibbon Ucapan untuk Peringatan HPN 9 Februari atau HUT PWI

"Dewasa ini kian marak serangan DDOS yang menyasar media-media siber di seluruh Indonesia, serangan cyber ini adalah bentuk baru dari pembredelan dan pembungkaman media di era digital," ucap Agus Sulistriyono, 9 Februari 2025.

Ia menambahkan bahwa pelaku serangan ini dengan sengaja mengabaikan mekanisme pengaduan ke Dewan Pers dan aturan dalam Undang-Undang Pers.

Dengan kata lain, mereka mencoba menghentikan suara media yang tidak mereka sukai dengan cara instan.

Baca Juga: Siap Sambut Hari Pers Nasional 2025! Intip 10 Twibbon Tema HPN 9 Februari 2025 Lengkap Logo Resmi, Pasang Bersama di Status Medsos

Ancaman terhadap kebebasan pers tidak hanya datang dari serangan siber, tetapi juga dari tekanan ekonomi, perubahan algoritma media sosial, serta derasnya arus misinformasi dan disinformasi. Di satu sisi, media dituntut untuk beradaptasi dengan teknologi digital, tetapi di sisi lain, mereka harus menghadapi berbagai risiko yang bisa menghambat independensi mereka.

Selain itu, maraknya berita palsu dan informasi yang tidak terverifikasi turut menjadi tantangan besar bagi jurnalis.

Publik sering kali kesulitan membedakan mana informasi yang valid dan mana yang sekadar opini atau propaganda. Di tengah kondisi ini, media profesional harus semakin memperkuat komitmen dalam menyajikan berita yang akurat dan bertanggung jawab.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X