"Satgas laut telah diterjunkan untuk memperketat pengawasan, terutama di Sumatera bagian timur yang menjadi pusat lalu lintas laut ilegal," ungkap Budi.
Menkeu Sri Mulyani, yang turut hadir dalam konferensi pers, menambahkan bahwa selain jalur laut, perbatasan darat juga sering digunakan untuk penyelundupan.
"Modusnya beragam, mulai dari kapal kayu hingga ekspor palsu, di mana barang yang seolah-olah diekspor justru kembali ke dalam negeri," jelasnya.
Para pelaku bahkan menggunakan kapal berkecepatan tinggi di atas 70 knot untuk menghindari patroli. Pemerintah kini tengah mengkaji regulasi pembatasan kecepatan kapal sebagai salah satu upaya pencegahan.
"Ini tantangan yang harus kita jawab bersama. Tidak ada satu kementerian yang bisa menangani sendiri, ini kerja kolektif," tandas Sri Mulyani.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
5 Fakta Krim Tarim! Skincare Ilegal yang Pernah Dipromosikan Ning Salma, Istri Gus Ivan Tebuireng: Ternyata Belum BPOM
Prabowo Singgung Gus Dur dalam Acara 102 Tahun NU, Presiden Bakal Tindak Tegas Pihak yang Ndableg dan Bandel
Maudy Ayunda Cetak Sejarah Jadi Penyanyi Indonesia Pertama yang Isi OST Film Korea 'You Are the Apple of My Eye', Reaksi Sang Suami Bikin Gemas!
Ning Salma ke Mana? Bukannya Tanggung Jawab, Istri Gus Ivan Tebuireng Diduga Kabur ke Luar Negeri Usai Gaduh Krim Tarim
Resmi! PT Timah Akhirnya Pecat Karyawannya yang Viral Gegara Menghina Tenaga Honorer Pakai BPJS, Wenny Myzon: Tetap Slay...
Pemuda Pancasila Disebut Menolak Nama Pramoedya Ananta Toer Jadi Nama Jalan di Blora, Singgung Soal Tokoh Radikal Kiri?