SketsaNusantara.id – Pemerintah kembali membuktikan keseriusannya dalam memberantas penyelundupan.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Budi Gunawan, mengungkapkan hasil kerja desk penyelundupan yang berhasil menggagalkan masuknya barang ilegal senilai Rp480,7 miliar.
Dalam konferensi pers di Surabaya pada Rabu 5 Februari 2025, Budi menyampaikan bahwa operasi ini merupakan bagian dari 100 hari kerja Kabinet Merah Putih. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa 35 kelompok dan 18 perusahaan tengah dalam penyelidikan terkait kasus ini.
Baca Juga: Bongkar Jaringan Penyelundupan Rp480 M, 35 Kelompok dan 18 Perusahaan Jadi Target Penyelidikan
Budi menjelaskan bahwa jika ditambahkan dengan pengungkapan sebelumnya, total nilai barang ilegal yang berhasil dicegah sepanjang awal 2025 mencapai Rp4,1 triliun.
"Jika dibandingkan dengan total penyelundupan yang ditemukan sepanjang 2024 sebesar Rp9,66 triliun, maka dalam 100 hari pertama ini kita sudah mengungkap setara 42,40 persen dari angka tahun lalu," ujar Budi.
Berbagai jenis barang selundupan ditemukan dalam operasi ini, mulai dari tekstil, tembakau, minuman keras, besi, baja, elektronik, kosmetik, hingga kayu rotan dan gading gajah. Tak hanya itu, berbagai hewan dan tanaman juga ikut diamankan.
Baca Juga: Siapa Ning Salma? Viral Promosikan Krim Tarim Ternyata Cucu Menantu dari Pendiri Ponpes Tebuireng
"Barang yang disita meliputi kera ekor panjang, babi, burung, ayam, lobster, daging, beras, bibit tanaman, hingga buah dan tanaman hias," ungkap Budi.
Budi menambahkan bahwa temuan ini menjadi bukti keseriusan Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas praktik penyelundupan yang merugikan negara dan industri dalam negeri.
"Pemerintah berkomitmen melindungi konsumen dari barang berbahaya serta memastikan industri lokal, termasuk UMKM, tetap memiliki daya saing," tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk turut serta dalam mendukung pemberantasan penyelundupan agar ekonomi nasional tidak terganggu oleh peredaran barang ilegal.
Salah satu temuan paling mencengangkan dari operasi ini adalah adanya 351 pelabuhan tikus yang digunakan sebagai jalur masuk barang ilegal, terutama di wilayah timur Pulau Sumatera.
Artikel Terkait
5 Fakta Krim Tarim! Skincare Ilegal yang Pernah Dipromosikan Ning Salma, Istri Gus Ivan Tebuireng: Ternyata Belum BPOM
Prabowo Singgung Gus Dur dalam Acara 102 Tahun NU, Presiden Bakal Tindak Tegas Pihak yang Ndableg dan Bandel
Maudy Ayunda Cetak Sejarah Jadi Penyanyi Indonesia Pertama yang Isi OST Film Korea 'You Are the Apple of My Eye', Reaksi Sang Suami Bikin Gemas!
Ning Salma ke Mana? Bukannya Tanggung Jawab, Istri Gus Ivan Tebuireng Diduga Kabur ke Luar Negeri Usai Gaduh Krim Tarim
Resmi! PT Timah Akhirnya Pecat Karyawannya yang Viral Gegara Menghina Tenaga Honorer Pakai BPJS, Wenny Myzon: Tetap Slay...
Pemuda Pancasila Disebut Menolak Nama Pramoedya Ananta Toer Jadi Nama Jalan di Blora, Singgung Soal Tokoh Radikal Kiri?