SketsaNusantara.id - Ramai polemik Gas LPG 3 Kg langka semakin menambah keresahan masyarakat.
Terlebih bulan-bulan ini sudah mendekati bulan Ramadhan, bagi para pengusaha makanan kecil, kelangkaan LPG 3 KG menjadi sebuah ancaman.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia justru tegas membatah adanya kelangkaan LPG 3 Kg.
Ia mengatakana bahwa tidak ada kelangkaan LPG 3 Kg, sebab yang terjadi saat ini hanyalah transisi.
Dari yang semula konsumen dapat membeli tabung gas melon di pengecer, kini harus ke pergi pangkalan resmi.
Adanya aturan baru tersebut mengakibatkan banyak warga berbondong-bondong lari dan rela mengantri ke pangkalan gas LPG agar bisa tetap bisa memasak di kompor.
Mirisnya, kabar terbaru langkanya gas melon ini sudah memakan korban.
Dikabarkan ada salah seorang warga yang kecapekan ketika mengantri tabung gas melon hingga meninggal dunia.
Baca Juga: Tiga Kapolsek di Jombang Resmi Dilantik, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Dedikasi
Keputusan pemerintah terkait aturan baru penjualan LPG 3 Kg ini menuai beragam komentar pedas masyarakat dunia maya.
Bahlil Lahadalia dianggap terlalu gegabah dan menyengsarakan rakyat serta dianggap tidak memiliki hati nurani.
Selain itu, ada pula yang berspekulasi jika munculnya huru-hara kelangkaan LPG 3 Kg ini tak ubahnya seperti tukar tambah isu di tengah persoalan pagar laut yang hingga kini belum juga usai.
"Kelangkaan gas melon itu bukan pengalihan isu dari urusan pagar laut dan urusan penegakan hukum lain, itu PENAMBAHAN isu. Tambah buanyak isu dan persoalannya yang seharusnya diselesaikan dan bukan dialihkan. Kita menolak lupa, lho ya," tulis akun threads @susi.ivvaty.
Artikel Terkait
Bedah Buku ‘Kiai Militer Pengawal ldeologi NKRl Berbasis Pesantren’, KH M Yusuf Hasyim Diajukan Pahlawan Nasional
Tak Tertarik Politik, Intip Rekam Jejak Pendidikan dan Karier Tamara Kalla yang Resmi Dipersunting Rasyid Rajasa
Resmi Mengakhiri Status Duda, Ternyata Begini Kisah Cinta Rasyid Rajasa dan Tamara Kalla Saat Pertama Kali Go Public
Miris! Warga Tertabrak Kereta Hingga Tewas di Pintu Perlintasan Kereta Api, Kapolsek Rambipuji: Korban Diduga Bundir...
Tidak Ada Solusi dari Pemkab, Para Sopir Truk Datangi Kantor DPRD Jember Tuntut Keadilan Tentang Pembatasan Jalan Puger-Rambipuji