SketsaNusantara.id - Selayaknya wilayah-wilayah lain di Indonesia, Bondowoso juga memiliki icon yang menjadi 'ciri khas' mereka.
Tape Bondowoso mungkin sudah lazim terdengar di telinga, namun kini kabupaten dengan luas wilayah 1.560,10 km2 ini mempopulerkan kopi sebagai icon barunya.
Bondowoso Republik Kopi, itulah 'City Branding' yang dipromosikan sejak 2016 hingga hari ini. Program turunan lainnya turut menunjang identitas tersebut.
Demikian pula yang menyentik semangat teman-teman Kolektif Kulon Project.
"Identitas tersebut melahirkan berbagai program yang lebih fokus pada kemegahan selebrasi kopi yang dikemas secara festival dan event promosi daerah. Sehingga menimbulkan jarak promosi dan warung kopi tradisional," jelas Wildan Ariyanto, salah satu penyelenggara Pameran Kobessah, dalam wawancaranya dengan SketsaNusantara.id.
Melalui sebuah pameran bertajuk Kobessah atau Kopi Bendebessah, Kolektif Kulon Project menghadirkan pameran tentang kopi setelah sebelumnya turut serta dalam festival kopi Nusantara 7.
Kobessah merupakan presentasi ulang dari keikutsertaan Kulon Project dalam festival kopi Nusantara 7 tersebut, yang merupakan hasil risetnya selama 3 bulan.
"Kobessah dibuat dalam upaya mempresentasikan kopi tradisional di Bondowoso," kata Wildan.
Pada mulanya, teman-teman Kolektif Kulon Project melakukan pendekatan ke sebelas warung kopi sederhana yang tersebar di Bondowoso.
Dari sebelas warung kopi tersebut, dimapatkan menjadi empat warung kopi yang menjadi fokus dalam risetnya; - Warung kopi Mbah Ndin di Wringin, Warung kopi Pak RI di persimpangan Jl. Mandiro, Warung Kopi Bu Mraksin di Pasar Hewan Selasaan dan Warung Kopi Bu Herlina di pasar induk Bondowoso.
Dalam pameran Kobessah menawarkan pembacaan ulang tentang warung kopi tradisional yang narasinya kerap kali terpinggirkan menjadi bukan hanya ruang transaksional, melainkan institusi budaya yang hidup, penuh makna dan layak dicatat sebagai ingatan kolektif yang tertutupi oleh
kemegahan industri modern.
Artikel Terkait
Mengenang Hilangnya Ludruk Pak Sabar Kalisat, Misteri di Tengah Gejolak Peristiwa Kelam pada Tahun 1965
Pameran Tunggal Pelukis Yos Suprapto di Galeri Nasional Ditunda, Gara-Gara Lukisan Jokowi? Netizen: Darurat Demokrasi
3 Poin Klarifikasi Galeri Nasional Usai Tunda Pameran Tunggal Yos Suprapto hingga Ungkap Alasan Kurator Mundur
Galeri Nasional Tunda Pameran Tunggal Yos Suprato Gara-Gara Kendala Teknis, Netizen: Selamat Datang Kembali Orba?
Berlebihan dalam Mengkritik? Inilah Sosok Yos Suprapto Seniman Lukisan yang Pameran dan Karyanya Terancam Dibredel
Pembredelan Pameran Lukisan Yos Suprapto, Deddy Sitorus Indikasikan Ada Pihak yang Tersinggung: Kayak Orde Baru Aja