Kamis, 4 Juni 2026

Tragedi Kebakaran Air Busan Ramai Jadi Sorotan, Pengamat Aviasi Beri Saran Ini untuk Menghindari Terjadinya Ledakan Powerbank dalam Pesawat

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 30 Januari 2025 | 16:36 WIB
Potret Air Busan usai mengalami kebakaran hebat diduga karena ada Powerbank milik penumpang overheat dan meledak dalam pesawat (X/GerryS)
Potret Air Busan usai mengalami kebakaran hebat diduga karena ada Powerbank milik penumpang overheat dan meledak dalam pesawat (X/GerryS)

SketsaNusantara.id - Dunia penerbangan di Korea Selatan kembali dirundung duka. Setelah tragedi nahas Jeju Air yang menewaskan 179 jiwa, kini giliran Pesawat Air Busan mengalami kebakaran pada hari Selasa, 28 Januari 2025.

Media lokal Yonhap News mengabarkan bahwa kebakaran Pesawat Air Busan terjadi di Bandara Gimhae, Busan, yang menyebabkan tujuh orang luka-luka.

Pesawat Airbus A321 yang seharusnya terbang dari Busan ke Hong Kong itu tertunda karena diduga ada powerbank milik salah satu penumpang meledak saat ditaruh di rak penyimpanan atas.

Baca Juga: Viral! Terekam Video Sekumpulan Anak SD di Papua Antusias Lihat Pesawat Lewat, Netizen: Semoga...

Dalam foto yang tersebar di media sosial, tampak api dengan cepat membakar bagian atas pesawat. Beruntung, api berhasil dipadamkan meski mennyisakan lubang besar di atas pesawat.

Kejadian ini pun menjadi sorotan Gerry Soejatman. Pengamat aviasi dan transportasi udara ini keheranan dengan kejadian pesawat Air Busan yang terbakar karena ledakan Powerbank.

"Kejadian pesawat Air Busan yang kebakar semalam dicurigai akibat battery pack/powerbank atau dari baterai laptop penumpang yang meledak. Kok bisa?" tulis Gerry dikutip SketsaNusantara.id dari cuitan akun X @GerryS yang diposting hari Rabu, 29 Januari 2025.

Baca Juga: Black Box Bisa Rusak saat Terjadi Kecelakaan Pesawat? Mengungkap Misteri Kotak Hitam Jeju Air yang Mati Sebelum Pendaratan Darurat, Ini Penyebabnya

Gerry pun menganalisis kebakaran Air Busan berdasarkan kronologi kejadian yang bermula dari overheat rack atau rak atas pesawat yang mengalami panas berlebihan sehingga terjadi ledakan.

Managing Director di Communicavia, perusahaan penyedia teknologi informasi dan telekomunikasi dalam industri aviasi ini menyarankan agar tidak menaruh powerbank atau laptop dengan baterai lithium di rak bagasi atas kursi penumpang.

"Inilah kenapa laptop dan baterai lithium tidak boleh ditaro di bagasi (rak atas pesawat)," ujar Gerry.

Baca Juga: Time Travel? Pesawat Ini Terbang dari Hongkong Tahun 2025 dan Mendarat di Amerika Tahun 2024, Kok Bisa?

"Jika dibawa dalam cabin, powerbank ditaro di tas/kantong kecil yang kita bawa ke tempat duduk, atau tas laptop ditaruh dibawah kursi didepan kita," tuturnya.

"Kenapa? Kita bisa tau kalau overheat dan bisa cepat raise alarm ke cabin crew jika ada baterai laptop atau powerbank penumpang yang kebakar agar bisa langsung dilakukan penanganan darurat," tandasnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X